Ketika Tanah Karangjaya Digali Demi Emas, yang Tersisa Hanya Lubang dan Air Keruh

Tambang karangjaya ditutup
Kondisi lokasi pengolahan emas di Karangjaya yang ditutup polisi. (IST)
0 Komentar

Sebuah ironi mencuat: ratusan miliar rupiah mengalir dari tanah ini, tapi desa-desa di sekitarnya tetap miskin air bersih dan jalan berlubang.

Kini, setelah aparat menertibkan lokasi dan memasang garis polisi, Karangjaya kembali sunyi. Hanya angin yang berdesir di antara lubang-lubang kosong.

Dari kejauhan, genangan air berkilau seperti emas — seolah mengingatkan bahwa tidak semua yang berkilau berarti berharga.

Baca Juga:Viral Warga Pangandaran Sakit di Taiwan, Memelas Minta Dijemput ke Gubernur Jabar, Eh Ternyata BeginiRahasia Jabatan Abadi di Kota Tasikmalaya: Ketika Kursi Lebih Setia dari Kepala Daerah!

Sebelumnya Polres Tasikmalaya Kota menutup lokasi yang diduga menjadi tempat pengolahan hasil tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin 10 November 2025.

Langkah ini dilakukan setelah jajaran kepolisian bersama instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk menindaklanjuti informasi masyarakat terkait aktivitas tambang yang diduga telah merusak lingkungan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, menjelaskan bahwa penutupan lokasi tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap laporan warga mengenai adanya bangunan yang dicurigai menjadi tempat pengolahan hasil tambang emas ilegal.

Saat tim tiba di lokasi, bangunan itu sudah dalam keadaan kosong dan tidak ditemukan aktivitas manusia.

“Jadi kita ke sana, dan saat kami datang memang tidak ada orang. Di lokasi itu terlihat seperti tempat pengolahan hasil tambang, tapi sudah ditinggalkan. Tempatnya seperti saung, namun tidak sempurna,” ujar Kapolres.

Faruk menambahkan, pihaknya langsung mengambil langkah pengamanan dengan memasang garis polisi dan papan imbauan agar bangunan tersebut tidak kembali digunakan untuk aktivitas ilegal.

Polisi juga mengambil beberapa sampel dari lokasi untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:54 Orang Terluka dalam Insiden Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Sebagian Besar Pelajar2 Pipa PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya Putus Akibat Longsor, Pasokan Air ke Beberapa Wilayah Ditutup Sementara

“Tidak ada barang yang disita, hanya beberapa sampel yang kami ambil untuk diperiksa. Kami juga memasang imbauan agar masyarakat tidak menggunakan lahan itu untuk kegiatan ilegal, terutama jika lahan tersebut milik pemerintah seperti Perhutani. Status kepemilikan lahannya masih kami dalami,” jelasnya. (red)

0 Komentar