Jjika ketiganya finis dengan poin yang sama Roma memiliki peluang paling besar untuk lolos karena unggul dalam klasemen mini.
Namun, Lazio masih bisa menyusul jika mengalahkan Juventus di laga sisa dan Juve wajib menang atas Lazio dan berharap Roma terpeleset untuk tetap bersaing.
Ranieri: “Kami Menderita, Tapi Tidak Pernah Menyerah”
Pelatih Claudio Ranieri pun tak menutupi bahwa kemenangan atas Fiorentina diraih dengan kerja keras luar biasa.
Baca Juga:Jika Juventus, AS Roma, dan Lazio Punya Poin yang Sama, Ini Tim yang Lolos ke Liga Champions Musim DepanSindiran Gerry Cardinale ke Inter Jadi Bumerang bagi AC Milan
Dalam wawancara bersama Sky Sport, sang allenatore kawakan memuji kualitas lawan sekaligus daya juang anak asuhnya.
“Fiorentina adalah tim yang hebat, mereka punya pemain-pemain teknis yang menyulitkan kami. Kami sempat ingin menekan lebih tinggi, tapi itu tidak berhasil. Jadi kami memilih untuk menunggu dan mengelola energi,” ujar Ranieri dikutip Calciomercato.
Ranieri menyebut keberhasilan timnya bukan semata taktik, tapi juga soal semangat dan sikap pemain.
“Kami bermain dengan tekad, kami menderita tapi tidak pernah menyerah. Inilah tipe pertandingan yang paling saya suka,” ucapnya.
Soal perannya di ruang ganti, Ranieri menyebut dirinya lebih dari sekadar pelatih sehingga berhasil membawa Roma yang lebih dekat ke zona degradasi di era Ivan Juric hingga saat ini punya peluang lolos ke Liga Champions.
“Saya datang saat mereka butuh penyelamat. Mereka mendengarkan saya seperti seorang ayah,” ungkapnya.
“Saya bicara dari hati, dan mereka berkomitmen penuh. Yang tidak bermain pasti kecewa, tapi saya yakin mereka tetap siap memberikan segalanya. Itu yang terpenting,” tegasnya.
Baca Juga:Cesc Fabregas Ungkap Alasan Menolak Saran Pelatih Legendaris AC Milan untuk Bermain Lebih BertahanSiapa Franco Mastantuono? Bintang Muda Argentina yang Diperebutkan AC Milan, Inter dan Juventus
Terakhir, ia juga menyinggung pentingnya membaca permainan dan fleksibilitas strategi saat menghadapi lawan sekelas Fiorentina.
“Sepak bola itu indah karena penuh ide berbeda. Pelatih harus bisa membaca situasi, tahu cara membatasi lawan,” tuturnya.
“Kami sempat memberi Kean beberapa peluang, tapi secara keseluruhan kami bertahan sangat baik,” tutupnya.
Dengan tiga laga tersisa, Roma masih harus menghadapi Atalanta, Milan, dan Torino.
Namun dengan semangat seperti ini, sihir Ranieri sepertinya tinggal selangkah lagi membawa Roma kembali ke panggung Liga Champions.
