Jika memang peran ulama dan pesantren dibutuhkan, menurutnya pemerintah harus bisa berkolaborasi. Sehingga masyarakat bisa mendapat penjelasan dari kaca mata pengetahuan umum secara spesifik, juga dari sisi agamanya. “Kalau diajak berkolaborasi, insya allah ulama dan pesantren juga siap,” katanya.
Dia mengakui bahwa selama ini pemerintah memiliki berbagai program dalam penanganan sampah. Namun menurutnya, untuk edukasi kepada masyarakat belum pernah melibatkan ulama. “Selama ini sepertinya belum ada ajakan kepada ulama untuk hal ini,” tuturnya.
Di samping itu, pemerintah juga diharapkan tidak melemparkan tanggung jawab penanganan sampah kepada ulama. Selain karena kualifikasi masalah teknis, tanggung jawab penuh tetap ada di pemerintah. “Kalau begitu saja diserahkan ke ulama, buat apa ada pemerintah,” terangnya.(rangga jatnika)
