SmartTren Ramadan SMAN 6 Tasikmalaya Tumbuhkan Karakter Siswa

Smarttren
Siswa SMAN 6 Tasikmalaya mengikuti kegiatan SmartTren Ramadan 2023, Senin (3/4/2023). (Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SMAN 6 Tasikmalaya membuka kegiatan SmartTren Ramadan 2023 yang digelar mulai tanggal 3 hingga 14 April 2023. SmartTren Ramadan disini dengan kegiatan keagamaan di sekolah, yakni ngobrol pendidikan Islam, rantang Pramuka, infaq massal aktualisasi masagi (Imam), pembiasaan salat, tadarus Al-Qur’an dan lainnya.

Kepala SMAN 6 Tasikmalaya Ade Gunawan SPd MPd mengatakan, momentum bulan puasa ini, sebanyak 835 siswa kelas X-XI SMAN 6 Tasikmalaya mengikuti SmartTren Ramadan. Tujuannya, sebagai penumbuhan karakter siswa.

“SmartTren Ramadan ini dapat sebagai menumbuhkan karakter siswa. Karena siswa melakukan ibadah secara terjadwal, yang nantinya diharapkan bisa menjadi pembiasaan,”  katanya kepada Radar, Senin (3/4/2023).

Baca Juga:Solusi Mencegah Ketergantungan Gadget Pada AnakAce Hardware Jual Parsel Lebaran, Konsumen Pilih Sendiri Isinya

Sebab SmartTren Ramadan diisi kegiatan pengetahuan pendidikan Islam. Itu mulai dari ngobrol pendidikan Islam, rantang Pramuka, infaq massal aktualisasi masagi, pembiasaan salat, dan tadarus Al-Qur’an.

“Selanjutnya dapat menguatkan iman dan ketakwaan mereka,” ujarnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut warga sekolah pun diajak berbagi kepada yang membutuhkan. Oleh karenanya, ada rantang pramuka dari siswa atau rantang ASN dari guru dan infaq guru ataupun siswa. “Siswa dan guru nantinya ada kegiatan berbagi untuk teman atau warga sekitar yang membutuhkan. Dikasihkan setiap jelang akhir Ramadan,” katanya.

Menambahkan, Wakasek Kesiswaan SMAN 6 Tasikmalaya Nandar Setiamulyadi ST MPKim menyampaikan, sebagai bukti siswa SMAN 6 Tasikmalaya mengikuti SmartTren Ramadan dengan baik, pihaknya pun meminta siswa membuat laporan dalam bentuk resume harian.

“Resume kegiatan SmartTren Ramadan ini untuk memantau siswa mengikutinya segala kegiatan yang diadakan sekolah. Karena nantinya dimasukkan ke dalam nilai pendidikan agama Islam dan budi pekerti,” ujarnya. (riz)

0 Komentar