Simulasi Penanganan Banjir, Siapkan Warga Kota Tasikmalaya Hadapi Bencana

Banjir
BPBD Kota Tasikmalaya menggelar simulasi penanganan bencana banjir di Danau Situ Gede, Tasikmalaya, pada Rabu 8 Mei 2024.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Suara pentungan terdengar nyaring sebagai pertanda ada bahaya.

Bhakan terdengar sampai jarak sekitar satu kilometer, dari pusat suara.

“Ada tiga warga yang mengambang di air, proses kami selamatkan. Berikut laporan dari perahu tim BPBD,” ujar seorang relawan penyelamat, lewat sambungan protofon alias Handy Talky (HT). 

Dengan mengenakan pelampung berwarna oranye, enam personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) kemudian melakukan penyelamatan korban yang tenggelam.

Baca Juga:Dua Kadis Ini Diisukan Akan Menjadi Kandidat Kuat Plt Sekda Kota Tasikmalaya!Viman Alfarizi Bakal Calon Wali Kota Tasikmalaya Paling Komplit di Pilkada 2024!

Mereka melempar pelampung ban untuk menggaet korban naik ke atas perahu. Kemudian diboyong, untuk mendapatkan penanganan lanjutan, dalam misi penyelamatan khusus bencana banjir. 

Di daratan, TRC menyiapkan tenda kesehatan dan pemeriksaan, hingga dapur umum. Semuanya didirikan oleh tim dengan cepat.

Semua itu dilaksanakam dalam simulasi tanggap bencana banjir di Situ Gede, Kota Tasikmalaya, pada Rabu 8 Mei 2024. 

Simulasi penanganan bencana banjir itu, dilakukan selama satu jam. Dari pukul 9.00 WIB sampai dengan 10.00 WIB. 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar Surahman, menjelaskan bahwa Kota Tasikmalaya tidak memiliki potensi banjir. 

Meski begitusimulasi digelar untuk memetakan kesiapan jika bendungan, seperti di Situ Gede ini, jebol. 

“Sebetulnya Kota Tasikmalaya tidak punya potensi banjir, tapi ada kemungkinan ketika bendungan seperti Situ Gede ini jebol, apa yang harus kita lakukan? Maka salah satu penanganan yang kita lakukan adalah bagaimana masyarakat diajarkan dan disiapkan dengan tagline ‘siap untuk selamat’. Serta mengenali bahayanya agar bisa mengurangi risiko-nya,” paparnya. 

Baca Juga:Ketua MUI Kota Banjar Melamar Jadi Bakal Calon Wali Kota ke PKBArdiana Nugraha Terpilih Sebagai Ketua Cabang PMII Kota Tasikmalaya periode 2024-2025

Ia kemudian mengulas kembali kejadian genangan air yang merendam sejumlah titik pemukiman beberapa waktu lalu.

Hujan deras menyebabkan sungai tak mampu menampung debit air yang tinggi hingga meluap.

“Beberapa waktu lalu terjadi luapan yang menggenangi pemukiman. Disebabkan debit air tinggi, volume air tinggi, dan sungai yang tidak bisa menampung karena kapasitas kecil,” kata dia. 

Menurutnya banjir yang sering terjadi di pusat kota hanya berupa luapan. Bukan banjir bandang seperti di wilayah lain. 

“Hanya luapan saja, sehingga proses penyelamatan dan evakuasi itu tidak akan terlalu darurat,” ucapnya. 

0 Komentar