Pedestrian Seperti Tak Bertuan, Hasil Pembangunan di Kota Tasikmalaya Tidak Terawat

pedestrian,
payung geulis di kawasan pedestrian Cihideung rusak dan sebagian sudah tak nampak estetik lagi. (Ayu Sabrina B / Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Belum genap dua tahun kawasan pedestrian dibangun. Ikon baru Kota Tasikmalaya itu diresmikan pada akhir 2022 oleh wali kota saat itu H Muhammad Yusuf.

Namun sejumlah kerusakan sudah tampak di sana. Mulai dari andesit yang pecah dan terlepas dari tempatnya hingga lampu hias yang mati serta payung geulis yang perlahan berkurang jumlahnya.

Menurut Sekretaris Forum Peduli Cihideung (FPC) Dadan Romdoni lampu-lampu hias di sana tak bertahan lama. Hanya selang beberapa bulan usai peresmian sudah banyak yang padam.

Baca Juga:H Amir Mahpud Sang "Penganut Mazhab Survei" Tentukan Pendamping Viman di Pilkada 2024!Nana Suryana Mulai Tancap Gas untuk Pilkada Kota Banjar

Sayangnya tak ada perbaikan. Forum Peduli Cihideung kemudian berinisiatif mengganti lampu-lampu rusak itu dengan menghimpun dana dari para pedagang yang berjualan di Pedestrian.

Menurut pengakuan Dadan, jika ditotal biaya yang telah dihimpun dan dibelanjakan untuk memperbaiki pernak-pernik Pedestrian selama setahun terakhir telah mencapai Rp 10.000.000.

Namun uang itu tidak dikumpulkan sekaligus. Melainkan bersifat insidental. Yaitu setiap kali terjadi kerusakan pedagang akan diminta iuran untuk pembenahan.

Beberapa hari kemarin, pemerintah melalui Dinas PUTR selaku penanggungjawab juga turun tangan memperbaiki bebrapa andesit yang rusak. Sehingga kondisi kini sedikit lebih baik.

Akan tetapi kerusakan bukan hanya terjadi pada lampu dan batu andesit saja. Payung Geulis yang sejak awal jadi pemanis pedestrian pun perlahan menghilang.

Sebagian besar sudah terkoyak dan rusak. Sebagian lagi hilang entah kemana. Banyak yang menyebut, tangan-tangan jahil pengunjung adalah pelakunya.

Kendati bisa mengganti lampu-lampu mati dan memperbaiki andesit yang rusak, Forum Peduli Cihideung menurut Dadan tidak punya dana untuk juga turut mengganti Payung Geulis.

Jumlahnya dinilai terlalu banyak. Diperkirakan sekitar 1000 payung geulis secara keseluruhan.

Baca Juga:Lama Tak Terdengar, H Maman Padud Kota Banjar Tiba-Tiba Datangi Partai Golkar, Mau Apa?Daftar untuk Pilkada Banjar, Dimyati-Alam Disebut Sudah Penuhi Persyaratan Perseorangan

Harga satu PCS Payung Geulis, kata dia, adalah Rp 35.000. Jika dikali seribu maka total dana yang harus dikeluarkan adalah Rp 35.000.000.

“Tapi kalau borongan mungkin bisa lebih murah lagi,” kata Dadan kepada Radar, Minggu, 19 Mei 2024.

Jumlah kebutuhan dana sebesar itu, lanjut dia, tidak mungkin ditangani dengan cara patungan oleh forum dan pedagang.

Mereka pun pada akhirnya berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya. Namun tak ada hasil.

0 Komentar