Minim Ruang Kelas, Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya Ini Berlakukan Jam Belajar Pagi dan Siang

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SDN 1 Sukamaju di Kecamatan Indihiang. Sekolah dasar dengan luas total 775 meter persegi ini hanya punya 6 ruang kelas yang digunakam untuk 12 rombongan belajar (rombel). Sementara jumlah siswanya adalah total 341 anak.

Dengan jumlah siswa sebanyak itu dan ruang kelas yang terbatas sekolah harus membagi jadwal belajar anak-anak menjadi pagi dan siang.

“Dari kelas 1 sampai 6 ada dua rombel masing-masing yaitu A dan B. Ada yang kebagian pagi, ada juga yang siang,” ujar Kepala SDN 1 Sukamaju, Didi Cahyadi, kepada Radar, Minggu (11/2/24).

Ia bercerita bahwa sekolah yang dipimpinnya itu telah berdiri sejak tahun 1954. Peminatnya tidak hanya dari wilayah Kota Tasikmalaya. Beberapa anak juga ada yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga:

Wahai Para Caleg DPRD Kota Tasikmalaya! Sebanyak 13 Tunjangan dan Gaji Menggiurkan Menanti!

Meski sistem zonasi untuk PPDB berlaku, Didi menjelaskan tak bisa membendung niat anak-anak bersekolah ke SDN 1 Sukamaju.

“Ada yang dari kabupaten, ada yang dari kota juga. Karena memang secara lokasi ini dilalui jalan raya dan mudah akses ya mau pakai angkot, ojek, atau apapun,” terangnya.

“(Pendaftar dari Kabupaten Tasik) saya gak bisa tahan. Apalagi larang anak buat sekolah. Ketika saya sarankan untuk sekolah di tempat lain anaknya malah nangis dan tidak mau sekolah. Daripada gak sekolah mending udah saja di sini gak apa-apa,” sambung Didi

Sementara itu, untuk sarana kegiatan luar kelas anak, sekolah ini hanya memiliki sepetak lapangan tidak cukup luas untuk melakukan upacara pengibaran bendera merah putih sekalipun.

Baca juga:

Kantor Lurah Cibunigeulis Kota Tasikmalaya Disegel, Ini Kata Kepala BKPSDM dan Pemerintahan, Warga Harus Bersabar Lagi Ya!

Lapangan itu juga digunakan untuk berbagai keperluan lain. Seperti parkir dan salat duha bersama.

“Ya kita gunakan lapangan itu untuk parkir, upacara, sampai salat duha juga. Tidak bisa lama-lama soalnya ada kelas rombel berikutnya,” jelasnya.

Diakui Didi kondisi ini sudah terjadi sejak sekolah tersebut berdiri. Bahkan sebelumnya, ruangan tempat ia bekerja itu tidak pernah ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Kisah usang tikus-tikus kantor
    Yang suka berenang di sungai yang kotor
    Kisah usang tikus-tikus berdasi
    Yang suka ingkar janji lalu sembunyi
    Di balik meja teman sekerja
    Di dalam lemari dari baja
    Kucing datang cepat ganti muka
    Segera menjelma bagai tak tercela
    Masa bodoh hilang harga diri
    Asal tak terbukti ah tentu sikat lagi