Gagal Temui Pj Wali Kota untuk Diskusi, HMI Tasikmalaya Mau Surati Mendagri

pj wali kota tasikmalaya didemo mahasiswa
Mahasiswa HMI Tasikmalaya unjuk rasa di bale kota. (foto: Firgiawan/radartasik.id)
0 Komentar

Orator Aksi, Dian Fahrurrozi menyebut persoalan sampah seakan hanya dituntaskan di permukaan. Mulai gebrakan CCTVdi TPS, pembentukan satgas, bahkan drama bebersih kota saat penilaian Adipura.

“Bahkan, belakangan kita dipertontonkan reformasi birokrasi yang tidak membawa dampak apapun. Sampai beberapa pejabat viral jadi topik perbincangan, menunjukan tidak seriusnya reformasi birokrasi dibawah komando Pj wali kota,” keluh dia.

“Nyatanyaa yang dilakukan Pj wali kota cuma seremoni. Penanganan sampah 320 ton perhari cuma sebatas ditangani dengan hal simbolik bukan strategis,” sambungnya.

Baca Juga:Memelihara Tradisi Jamasan, 9 Pusaka Kerajaan Galuh di Keraton Selagangga Kabupaten Ciamis Dibersihkan1.000 Liter Eco Enzyme Diproduksi Saat Peringatan World Celan Up Day di Kota Tasikmalaya

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tasikmalaya H Tedi Setiadi menyebut, apa yang menjadi tuntutan mahasiswa sejatinya sudah ditempuh dan diproses. Termasuk soal sampah,  sejumlah program digulirkan secara simultan dalam penanganannya.

“Namun itu tidak bisa instan, dan mesti berproses karena menyangkut penyadaran publik dan perubahan secara kolektif,” analisisnya.

Tedi menambahkan ia tidak mengetahui alasan secara pasti, Pj wali kota tak bisa menghadiri aksi mahasiswa. Hanya saja, ia sebagai Asda II diinstruksikan menerima aksi dan menampung apa yang menjadi keresahan massa.

“Beliau dimana saya tidak tahu, hanya saya diinstruksikan lewat ajudan dan di Grup Whatsapp untuk menerima rekan-rekan mahasiswa. Saya bersama Kasatpol PP, Kepala Kesbangpol,” kata Tedi. (igi)

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

0 Komentar