Cinta Segitiga Berujung Petaka, Perempuan 19 Tahun di Ciamis Ini Nekad Gorok Leher Korbannya Karena Cemburu Buta

siswi smk dogorok lehernya karena cinta segitiga
Tim medis menangani luka pada leher Naisa. foto: IST
0 Komentar

Ditambahkan Kapolres, berdasarkan kronologis, penganiayaan yang disebabkan cinta segitiga itu terjadi pada Senin,  19 Juni 2023, sekira jam 08.30.

Saat itu korban berangkat dari rumah menuju sekolah menggunakan sepeda motor.

Sewaktu di perjalanan korban dibuntuti oleh pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam.

Baca Juga:Beasiswa LPDP 2023! Kemenag Buka Program Beasiswa Santri Berprestasi Mulai 3-13 Juli, Simak Info LengkapnyaSBY Cerita Mimpi Bertemu Presiden ke-8 di Stasiun Gambir dan Dibelikan Tiket Pulang KA Gajayana, Siapakah Dia?

Lalu sesampainya di TKP, korban disuruh berhenti oleh pelaku yang memakai masker dan mengajaknya berbicara sebentar.

“Tidak lama kemudian muncul saksi dua (Julius Doni Priatna) yang mengajak (korban) berangkat bersama akan tetapi korban menolaknya dan menyuruh untuk pergi duluan. Setelah itu pelaku duduk di jok belakang motor korban sambil berkata ‘itu dikerah baju ada ulat’ sambil membuka kerudung yang menutup leher (korban) setelah itu pelaku langsung menggorokan sebilah pisau ke leher korban sebanyak kurang lebih tiga kali dari arah belakang, lalu korban terjatuh sementara pelaku langsung membuang pisau dan melarikan diri, ” paparnya.

Kapolres menyampaikan, ketika korban jatuh, ia juga berteriak meminta tolong. Kemudian datang sejumlah warga menolongnya dan membawanya ke Klinik Purwa Sehat.

Hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka gorok di leher dengan lebar 15-20 cm, kedalaman 5 cm sehingga harus mendapat beberapa kali jahitan. Yakni 18 jahitan di bagian dalam dan 15 jahitan di bagian luar.

“Kita kenakan pasal 76C Jo 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan sanksi pidana 5 Tahun Penjara dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). Diduga pelaku melakukan itu direncanakan karena membawa pisau dapur rumah, ” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada hari Senin, 19 Juni 2023, warga Harjamukti Desa Cisontrol Kecamatan Rancah digegerkan dengan temuan seorang pelajar SMK terkapar di jalan dengan kondisi leher bekas digorok.

Sementara pelakunya waktu itu belum diketahui karena sudah tidak ada di lokasi. Namun sebilah pisau dapur ditemukan di dekat korban. Polisi pun turun ke lokasi melakukan olah TKP dan memburu pelaku yang ternyata juga seorang perempuan. Kasus penganiayaan akibat cinta segitiga itu pun hingga kini masih dalam penanganan karena korbannya masih belum bisa dimintai keterangan.(isr)

0 Komentar