AKM Mulai Dikenalkan kepada Siswa

SIMULASI. Perwakilan siswa kelas VIII SMPN 4 Kota Tasikmalaya melaksanakan persiapan simulasi Asesmen Kompetisi Minimum dan Survei Karakter di laboratorium sekolah, Selasa (1/12/2020).

TASIK – Seluruh siswa jenjang SMP di Kota Tasikmalaya melaksanakan simulasi skala besar (SSB) untuk sampel pelaksanaan Asesmen Nasional dengan Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD).

Untuk mengikuti ujian tersebut sekolah mempersiapkan maksimal lima siswa dari kelas VIII.

Kepala SMP 4 Kota Tasikmalaya Budi Supriadi SPd MPd mengatakan kebijakan Merdeka Belajar yang diusung Mendikbud Nadiem Makarim salah satunya adalah pergantian UN menjadi AKM (Assesmen Kompetensi Minimum) dan SK (Survei Karakter) yang akan diberlakukan 2021.

Agar berjalan optimal, siswanya mengikuti simulasi tes AKM dan SK, maka bisa memperkenalkan dan membiasakan ujiannya berupa Computer Assisted Test (CAT).

”Sebagai program nasional simulasi AKM ini kami sudah siap. Dari mengembangkan jaringan perangkat komputer dan para siswa sudah diberikan pembekalan secara pembelajaran jarak jauh dan soal-soal latihan tryout AKM dan SK,” katanya kepada Radar, Selasa (1/12/2020).

Dengan siswa mengikuti simulasi ini, sambung Budi, selain mempunyai gambaran mengerjakan soal numerik dan literasi juga mampu mengamalkan survei karakter dan lingkungan sehingga menjadi bekal mereka.

“Poin pelaksanaan simulasi AKM tidak hanya untuk evaluasi, karena mengetahui kompetensi literasi dan numerasi dari hasil mengerjakan siswa. Namun juga bisa memperbaiki pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.

Kepala SMPN 1 Kota Tasikmalaya H Cecep Susilawan SPd MM menyebutkan dalam simulasi Assesmen Kompetensi Minimum dengan Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD), sekolah menyediakan peserta maksimal 5 siswa dan 1 proktor untuk mengikuti SSB AKM yang dilakukan di sekolah. Itu untuk sampel sekolah sebagai evaluasi proses pembelajaran.

“Pada pelaksanaan SSB siswa dengan UBKD yang dilibatkan paling banyak lima orang. Tujuannya supaya siswa mempunyai gambaran tentang soal AKM,” kata Cecep menjelaskan.

Dengan mempunyai pengetahuan dari simulasi AKM, diharapkan saat pelaksanaan AKM pada pekan ketiga Maret dengan yang mengikuti 45 siswa secara acak dari data pokok pendidikan (Dapodik).

“Dengan begitu mereka bisa memiliki kompetensi literasi dan numerasi yang baik, serta juga terbentuk karakter dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menginginkan AKM jenjang SD bisa mandiri, kebetulan masih ada waktu Januari hingga Agustus untuk melengkapi fasilitas perangkat jaringan internet dan komputer/tablet.

Itu semua butuh kerja sama stakeholder untuk melengkapi ujian berbasis komputer.
“Pada akhirnya AKM jenjang SD dan SMP bisa tetap terlaksana dengan baik di Kota Tasikmalaya,” ujarnya berharap. (riz)

Be the first to comment on "AKM Mulai Dikenalkan kepada Siswa"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: