Ombus Unsil Mengajarkan Budaya dan Kuasai Iptek

KOMPAK. Rektor Unsil Prof H Rudi Priyadi Ir MS (tengah) bersama jajaran civitas akademika Unsil bersiap untuk membuka Ombus 2020 Rabu (16/9/2020).

Rektor Unsil Prof H Rudi Priyadi Ir MS membuka rangkaian Ombus 2020 di gedung Mandala, Rabu (16/9/2020).

Semua peserta Ombus menggunakan baju pangsi. Mereka mengikuti upacara adat dan pembacaan Wangsit Siliwangi.

Dekorasi pun dipenuhi bambu yang membuat suasana menjadi magis dan kental budaya kesundaan.

Prof H Rudi Priyadi mengatakan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) agar membentuk watak berbudaya, jiwa nasionalis, mampu melahirkan iptek dan berwirausaha.

Dengan begitu, civitas akademika Unsil membantu mereka mengenal kampus sejak awal. Mulai birokrasi, kemahasiswaan, keorganisasian dan wadah pengembangan bakat-minat.

“Ombus ini titik awal memberikan idealisme mahasiswa baru dalam menciptakan karakter, religius, dan mandiri. Serta berbudaya dan mampu menguasai iptek,” kata Prof H Rudi Priyadi kepada Radar, Rabu (16/9/2020).

PEMBUKAAN. Rektor Unsil Prof H Rudi Priyadi Ir MS mengalungkan kepesertaan Ombus kepada perwakilan mahasiswa baru di Gedung Mandala, Rabu (16/9/2020). Foto kanan, mahasiswa Unsil menampilkan koreografi Wangsit Siliwangi di Gedung Mandala Rabu (16/9/2020).

Kemudian, orientasi mahasiswa ini memberikan informasi bagaimana tantangan ke depan agar bangkit untuk menciptakan kreativitas.

Maka selama di Unsil mereka akan mendapatkan pembinaan, transfer ilmu dan pengembangan kemahasiswaan.

“Saat lulus tepat waktu mendapatkan kecerdasan keilmuan, keahlian, dan keterampilan untuk mengarungi kehidupan,” ujarnya.

Ia pun menegaskan dalam Ombus ini berbeda dengan sebelumnya. Kini Unsil lebih konsentrasi dalam pencegahan Covid-19, sehingga pelaksanaan Ombus menerapkan protokol kesehatan dan dilaksanakan secara daring.

Adapun materi Ombus yaitu; menanamkan wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, pencegahan dan penanggulangan narkoba, antiradikalisme, antikorupsi dan antiplagiarisme.

“Teknisnya, ini sesuai panduan umum kehidupan kampus dengan menekankan adaptasi kebiasaan baru lewat daring,” kata Prof H Rudi.

Prof Rudi pun berpesan agar mahasiswa baru mampu memanfaatkan dengan sebaik mungkin. Itu agar mereka mampu belajar dan memahami kampus dengan seutuhnya. Mereka bisa masuk ke organisasi mahasiswa, minat bakat dan kerja sama, keprestasian dan lainnya.

“Ini se­mo­ga menjadi wadah pengem­bang­an diri dan wawasan kecen­dekiawanan. Khususnya mampu mengarahkan dalam meningkatkan motivasi kompetisi, keorganisasian, kepemimpinan, dan manajemen,” ujarnya.

Wakil Rektor 1 Unsil Prof Dr H Deden Mulyana SE MSi menyebutkan, tahun akademik kali ini Unsil menerima mahasiswa program D3, S1dan pasca sebanyak 3.332 orang. Itu semua dari total pendaftar 25.456.

“Alhamdulillah peminat meningkatkan dari sebelumnya,” kata dia menjelaskan.
Ketua Pusat Komunikasi, Informasi dan Edukasi (PKIE) Unsil Dr H Asep Suryana Abdurrahmat MKes menjelaskan di era pandemi, Unsil melaksanakan Ombus dengan online.


Sedangkan saat pembukaan dengan cara offline dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan. Itu bentuk kewaspadaan penyebaran Covid-19.

“Selain menggunakan masker, sarung tangan, menyediakan hand sanitizer dan yang mengikuti pembukaan pun dibatasi. Awalnya ada 50 perwakilan mahasiswa baru, tapi akhirnya menjadi 2 orang saja,” ujarnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsil Jaka Pria Purnama mengajak peserta Ombus untuk mengarahkan pandangan mahasiswa baru agar mengedepankan dan merawat kebudayaan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sehingga mahasiswa baru ini mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Jangan terus menurunkan semangat dan berani menancapkan prestasi untuk Siliwangi,” katanya.


Selanjutnya peserta Ombus harus terus mengeksplorasi dan menggali potensi diri serta aktif mengikuti organisasi.

Terkait konsep Ombus dibalut kesundaan, kata dia, agar mahasiswa baru terus mengangkat nilai-nilai budaya.

“Jadi generasi muda dapat mengejawantahkan Wangsit Siliwangi. Seperti; silih asah, silih asih, silih asuh,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa baru, Dede Priya Hamdani dari Jurusan Manajemen menyambut baik Ombus secara daring. Karena dalam keadaan Covid-19.

“Semoga mampu memberikan pemahaman kehidupan kampus dansemangat terus dalam berikan terbaik untuk Unsil,” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Ombus Unsil Mengajarkan Budaya dan Kuasai Iptek"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: