Oleh-Oleh dari Surabaya

IKUT PELATIHAN. Hilmi Pramudya saat berada di Kantor Harian DI’s Way di Jalan Walikota Mustajab No. 76, Ketabang, Kec. Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur.

KERETA api Maharani melaju perlahan. Meninggalkan stasiun Pasarturi Surabaya. Tepat waktu. Sesuai jadwal keberangkatan, yakni pukul 6 pagi. Saya duduk di kursi 6/C. Dekat jendela. Perjalanan saya ditemani seorang pemuda yang sedang jatuh cinta. Adalah Muhammad Mahdi, wartawan Radar Banyumas. Ia cinlok. Terpikat pesona gadis Surabaya. Gosipnya.

Laporan:

HILMI PRAMUDYA, Surabaya

Dua ratus meter kereta melaju, saya mulai berpikir. Mengingat setiap pengalaman menarik untuk ditulis. Tapi, dari sekian banyak pengalaman itu, saya justru tertarik memulai tulisan dari sebuah kebingungan. Ya, bingung mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Saya sudah muter-muter mencari oleh-oleh khas Surabaya. Tapi tidak ketemu. Tadinya saya nekat, mau membawa pulang dua hewan yang jadi ikon Kota Pahlawan itu. Yaitu ikan Hiu dan Buaya. Tapi urung. Saya takut diomelin Bu Risma, Wali Kota Surabaya.

Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "Oleh-Oleh dari Surabaya"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: