Angka Kemiskinan Sebatas Pajangan

Angka Kemiskinan Sebatas Pajangan
Bambang Pamungkas Kepala BPS Kota Tasikmalaya
0 Komentar

Disinggung pemkot butuh data untuk bisa mengetahui sebaran warga miskin, bisa menggunakan produk pendataan lain. Bisa itu data kependudukan, data Dinas Sosial dan juga yang lainnya. ”Termasuk dari Regsosek, karena itu kan ada by name by addres,” tuturnya.

Pihaknya menyarankan agar pemkot bisa mengajak masyarakat ekonomi menengah ke atas untuk bisa ikut berperan. Di mana para agnia diajak mengasuh keluarga miskin. ”Tapi bukan berarti sebatas memberi bantuan untuk makan, tapi diberdayakan agar bisa keluar dari kemiskinan,” katanya.

Namun penanganan kepada warga miskin harus tepat karena setiap orang butuh perlakuan yang berbeda. Secara garis besar ada yang bisa diberdayakan menjadi wirausaha, ada juga yang menjadi pekerja. ”Kalau memang mentalnya sudah miskin dan tidak mau berubah, tinggalkan dulu saja,” tuturnya.

Baca Juga:Bom Bunuh Diri di Bandung, Tasik Waspada!Arek Kesel

Persoalan kemiskinan merupakan hal krusial yang kejelasan datanya harus valid. Termasuk dalam hal naik dan turunnya angka kemiskinan agar bisa disikapi dengan langkah tepat.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim mengaku cukup bingung menyikapi penurunan angka kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Di satu sisi, pihaknya percaya dengan hasil kinerja dari lembaga statistik tersebut. ”Kita lihat kan angka itu dari lembaga yang berkompeten, masa tidak percaya,” ujarnya kepada Radar, Selasa (6/12/2022). (rga)

[/membersonly]

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

Laman:

1 2
0 Komentar