TASIK, RADSIK – Angka kemiskinan yang disuguhkan Badan Pusat Statistik (BPS) tampaknya memang hanya sekadar angka pajangan. Pasalnya, hasil kerja BPS itu tidak bisa menjadi panduan untuk program pengentasan kemiskinan.

Kepala BPS Kota Tasikmalaya Bambang Pamungkas mengatakan bahwa menurunnya angka kemiskinan bukan hanya akibat satu atau dua faktor saja. Tentunya dari kebijakan dan program-program pemerintah secara akumulatif. ”Jadi ini hasil kerja kolektif,” ujarnya kepada Radar, Rabu (7/12/2022), ketika dikonfirmasi terkait menurunnya angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya, yang membuat Kota Resik tak lagi dilabeli kota termiskin se-Jawa Barat.

Penurunan angka kemiskinan itu, kata dia, bukan berarti hasil dari program atau kebijakan dalam waktu dekat. Upaya di tahun-tahun sebelumnya pun bisa ikut memengaruhi. ”Jadi banyak yang menjadi faktor yang memengaruhinya,” ucapnya.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: