Kegemaran Membaca Warga Kota Tasikmalaya Masih Rendah

tingkat membaca warga tasik
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, berfoto bersama istri dan siswa saat Festival Literasi Santun Berbasis Braille di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026). (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Kota Tasikmalaya pada 2025 masih berada dalam kategori rendah. Berdasarkan data pemerintah daerah, indeks TKM tercatat sebesar 63,36. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah dalam upaya membangun budaya membaca di tengah masyarakat.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi mengatakan, capaian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat berbagai upaya peningkatan literasi. Meski Kota Tasikmalaya berada di urutan ketiga tertinggi di Jawa Barat, kategori rendah menunjukkan masih adanya tantangan dalam meningkatkan kegemaran membaca masyarakat.

“Capaian tersebut patut kita syukuri, tetapi kategori rendahnya tetap menjadi tantangan. Ini menjadi pekerjaan bersama untuk terus meningkatkan kegemaran membaca masyarakat, memperluas akses terhadap bahan bacaan, dan membuat kegiatan literasi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Viman dalam acara Festival Literasi Santun Berbasis Braille di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:STC MORO UDANG: Vespa Tua Menjemput Udang Segar di CikalongPohon Tumbang di Jalan Cinehel Timpa Dua Kios, Atap 15 Bangunan Ikut Rusak

Menurut dia, peningkatan literasi perlu ditopang oleh layanan perpustakaan yang dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga perlu menjadi ruang belajar yang aktif dimanfaatkan warga.

Viman menilai, penguatan layanan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perpustakaan pada perangkat daerah dan sekolah perlu menjalankan fungsinya, sementara taman baca serta komunitas literasi didorong untuk terus berkembang dan mengambil bagian dalam gerakan peningkatan literasi.

“Arah kerja kita ke depan adalah memperkuat kinerja layanan. Perpustakaan Umum Daerah perlu semakin aktif melayani dan dimanfaatkan masyarakat. Perpustakaan pada perangkat daerah perlu menjalankan fungsinya. Perpustakaan sekolah perlu mendukung kegiatan belajar. Taman baca dan komunitas literasi juga perlu terus tumbuh dan menjadi bagian dari gerakan bersama,” ujarnya.

Selain kegemaran membaca, pemerintah daerah juga mencatat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Tasikmalaya pada 2025 sebesar 17,64. Indeks tersebut menggambarkan kondisi ekosistem dan layanan perpustakaan, sehingga penguatannya tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan bacaan, tetapi juga keberlangsungan dan jangkauan pelayanan.

Viman menyebutkan bahwa penguatan literasi membutuhkan kerja sama lintas sektor. Kegiatan yang telah dilaksanakan juga perlu didokumentasikan dan dilaporkan secara tertib agar perkembangan serta kebutuhan penguatan layanan dapat tergambar dengan baik.

0 Komentar