“Benar ada dua korban dievakuasi ke RSUD KHZ Musthafa karena alami penganiayaan dan penusukan,” kata Heru.
Meski demikian, polisi belum memastikan apakah kelompok pengendara tersebut merupakan geng motor. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Jadi kami belum pastikan yang terlibat ini geng motor atau bukan seperti yang ramai dinarasikan medsos. Kami masih melakukan penyelidikan supaya fakta hukumnya jelas,” tambah Heru.
Baca Juga:STC MORO UDANG: Vespa Tua Menjemput Udang Segar di CikalongPohon Tumbang di Jalan Cinehel Timpa Dua Kios, Atap 15 Bangunan Ikut Rusak
Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan dua sepeda motor yang terbakar, masing-masing Vario merah hitam dan WR hitam biru. Selain itu, turut diamankan satu sabit, satu sarung golok berbahan kayu, dan dua pipa besi sebagai barang bukti.
Ketua KNPI Singaparna Yudi Adhi Rahmatillah menyayangkan insiden yang menimpa anggotanya. Menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan akibat aktivitas geng motor di wilayah Singaparna dan sekitarnya, KNPI mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“KNPI Singaparna mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Anggota kami menjadi korban sasaran dari geng motor,” jelas Yudi.
Yudi juga mengingatkan para pelajar agar lebih bijak beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari. Pelajar diharapkan menghindari kegiatan yang tidak mendesak hingga larut malam serta tidak berkumpul di lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Keselamatan generasi muda harus menjadi perhatian kita bersama. Saya menghimbau kepada seluruh pelajar agar lebih fokus pada pendidikan, mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari,” ajak Yudi.
Dia meminta generasi muda tidak mudah terpengaruh pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Yudi juga mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, membangun komunikasi yang baik dalam keluarga, serta memastikan aktivitas mereka berada di lingkungan positif.
Baca Juga:Jangan Sampai Tutup Lagi, Reaktivasi Bandara Wiriadinata Harus Pertimbangkan Harga TiketDianggap Makar, Istana Resmi Pecat Listiyo Sigit Prabowo dari Jabatan KSP
Selain itu, seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, organisasi kepemudaan, pemerintah setempat hingga aparat keamanan, diminta memperkuat koordinasi untuk menjaga kondusivitas wilayah Singaparna dan sekitarnya.
“Jangan sampai generasi muda kita menjadi korban ataupun terlibat dalam aktivitas yang meresahkan masyarakat. Mari kita jaga Singaparna agar tetap aman, nyaman, dan kondusif. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan menjadi bagian dari persoalan,” tegasnya.
