Arie menjelaskan, program tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan bahasa Jepang sebagai bekal utama bagi masyarakat yang ingin bekerja di Negeri Sakura.
“Pelatihan ini kami fokuskan pada kompetensi bahasa Jepang. Harapannya, masyarakat yang ingin bekerja ke Jepang memiliki bekal kemampuan bahasa yang lebih baik sebelum memasuki dunia kerja,” terangnya.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi sebelum diberangkatkan melalui jalur resmi.
Baca Juga:Kuda Hitam Gerindra!Membaca Manuver Amir Mahpud: Herdiat-Dony untuk 2029, KDM ke Mana?
“Kami ingin calon pekerja migran tidak hanya memiliki keinginan untuk bekerja ke luar negeri, tetapi juga harus dibekali kemampuan dan kesiapan yang memadai,” tambahnya.
Pendaftaran seleksi program pelatihan bahasa Jepang tersebut mulai dibuka pada 5 November 2026 hingga kuota terpenuhi. Disnaker menargetkan sebanyak 100 peserta dapat mengikuti program tersebut.
“Sasaran kami sebanyak 100 peserta. Untuk persyaratan utama, calon peserta maksimal berusia 28 tahun,” jelas Arie. Namun, calon peserta tidak langsung mengikuti pelatihan. Mereka terlebih dahulu harus melewati sejumlah tahapan seleksi untuk memastikan kesiapan mengikuti program.
“Peserta akan melalui proses seleksi, di antaranya psikotes dan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU),” ungkapnya.
Adapun pelaksanaan pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 2027. Melalui program ini, Disnaker berharap masyarakat Kota Tasikmalaya memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan keterampilan dan bersaing di pasar kerja internasional.
“Kami berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya generasi muda yang memang memiliki minat bekerja ke Jepang. Dengan kompetensi yang dipersiapkan sejak awal, mereka diharapkan lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja,” pungkasnya. (Ujang Nandar)
