Ia berharap, kerja sama tersebut tidak berhenti pada kunjungan seremonial, melainkan berlanjut dalam program konkret. Setidaknya ada lima potensi yang bisa dikembangkan melalui kolaborasi tersebut, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemasaran produk UMKM, hingga kerja sama pendidikan dan pertukaran pelajar.
Sementara itu, Anggota DPR RI Husein Fadlulloh menilai, Kota Tasikmalaya memiliki modal yang cukup kuat untuk bersaing di tingkat internasional. Potensi tersebut bukan hanya berasal dari sektor kerajinan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimiliki daerah.
Menurutnya, peluang pasar internasional sebenarnya terbuka lebar. Persoalannya terletak pada kesiapan daerah dalam menangkap peluang dan menindaklanjutinya. “Kami sudah berkunjung ke beberapa kabupaten dan kota. Tasikmalaya memiliki potensi, bukan hanya kerajinan tangan, tetapi juga sumber daya manusianya. Tinggal bagaimana pemerintah daerah mau membuka peluang dan jalan untuk mengembangkannya,” tuturnya.
Baca Juga:Kuda Hitam Gerindra!Membaca Manuver Amir Mahpud: Herdiat-Dony untuk 2029, KDM ke Mana?
Ia mencontohkan, sejumlah produk Indonesia, termasuk briket yang telah diekspor ke kawasan Timur Tengah, menunjukkan bahwa produk daerah memiliki kesempatan untuk menembus pasar luar negeri.
Karena itu, pelaku usaha perlu memperhatikan standar, kualitas, dan mutu produk agar mampu memenuhi persyaratan pasar internasional. “Kami akan menyampaikan potensi yang dimiliki daerah ini. Dengan kekuatan besar Indonesia, peluang sebenarnya terbuka. Tinggal bagaimana teman-teman di daerah melakukan tindak lanjut,” pungkasnya.(Firgiawan)
