Selain itu, pengembangan Bandara Wiriadinata perlu melibatkan pemerintah daerah lain di Priangan Timur. Menurutnya, bandara tersebut berpotensi melayani kebutuhan transportasi masyarakat dari berbagai daerah, bukan hanya Kota Tasikmalaya.
“Pemkot harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah di Priangan Timur. Jangan sampai bandara ini hanya dipandang sebagai fasilitas milik Kota Tasikmalaya, padahal manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dari daerah lain,” tuturnya.
Anang berharap rencana pengoperasian kembali Bandara Wiriadinata menjadi momentum membangun konektivitas udara yang berkelanjutan. Ia mengingatkan agar persoalan minimnya penumpang tidak kembali membuat layanan penerbangan terhenti.
Baca Juga:Dianggap Makar, Istana Resmi Pecat Listiyo Sigit Prabowo dari Jabatan KSPTiket Pesawat Ditaksir Rp 1,2 Juta, Rute Jakarta-Tasik Punya Sejarah Tak Mulus
“Intinya, jangan sampai bandara ini kembali berhenti beroperasi karena persoalan minimnya penumpang. Harus ada keseriusan pemerintah, dukungan masyarakat, serta kerja sama dengan maskapai. Bandara ini harus benar-benar dimanfaatkan agar penerbangannya bisa terus berjalan,” pungkasnya.
Sementara itu, sejumlah warganet di media sosial menilai tarif di atas Rp1 juta masih terlalu mahal dibandingkan pilihan transportasi darat seperti kereta api dan bus.
“Dulu pernah naik Wings Air dari Halim-Tasik masih sekitar 600-700 ribuan tapi kalo harga diatas 1 juta udah worth it gak ya soalnya ada kereta atau bis yg lebih terjangkau,” tulis akun bramxxx di kolom komentar Instagram.
Komentar serupa disampaikan akun @ananxxx yang berharap harga tiket kembali terjangkau seperti sebelum pandemi Covid-19.
“muhdah’an harga tiket lebih bersahabat ya min, sebelum covid pernah sekali (naik pesawat Tasik-Halim, Red) dan saat itu masih di angka 600 ribuan,” ujarnya.
Sementara itu, akun @ieu_xxx menilai tarif Rp300 ribu hingga Rp600 ribu berpeluang menarik lebih banyak penumpang karena dapat menjadi alternatif perjalanan darat yang memakan waktu lebih lama.
“Intinya kalo harga penerbangannya dapat kisaran 300-600 ribu mungkin bisa konsisten ramai terus…masyarakat menengah keatas pilihan terbaik (naik pesawat, Red) untuk waktu cepat bisa (sampai, Red)… Dari pada naik bus 150 ribu tapi waktu perjalanan lama dan bikin cape,” tulisnya. (ujg/red)
