Ia mengatakan, selama proses pengusulan berlangsung, Disdikbud memastikan kegiatan belajar siswa tetap berjalan meskipun harus memanfaatkan teras sekolah dan ruangan lain.
“Jadi sambil menunggu informasi dari kementerian. Mudah-mudahan secepatnya mendapatkan bantuan,” terang Asep.
Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Siddiq, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi SDN Cioray. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar kerusakan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan siswa dan hak mereka mendapatkan pendidikan yang layak.
Baca Juga:Bangun Karakter Siswa, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Tujuh KAIHPuluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun Manonjaya
“Tak usah prihatin soal siapa yang disadap ataupun siapa yang menyadap. Ternyata, untuk belajar saja masih sangat memprihatinkan,” kata Fahmi.
Ia menilai Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Disdikbud, harus lebih serius menempatkan keselamatan peserta didik sebagai prioritas. Jangan sampai kerusakan bangunan sekolah dibiarkan hingga menimbulkan korban.
“Bayangkan betapa memalukan dan menjadi aib besar bagi daerah apabila sampai ada anak bangsa di Kabupaten Tasikmalaya yang kehilangan nyawa akibat kelalaian dalam kebijakan maupun penanganan oleh para pemangku kepentingan. Jangan sampai kita baru bergerak setelah jatuh korban,” tegasnya.
Fahmi juga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran Disdikbud yang dinilainya cukup besar. Menurut dia, besarnya anggaran pendidikan semestinya sejalan dengan kecepatan pemerintah dalam menangani kerusakan infrastruktur sekolah.
Ia mengkritisi penanganan yang hanya mengandalkan pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat. Sebab, kondisi bangunan yang membahayakan keselamatan siswa membutuhkan langkah cepat dari pemerintah daerah.
“Jangan sampai setiap persoalan hanya dijawab dengan alasan sudah diusulkan ke kementerian. Ketika bangunan sekolah sudah dalam kondisi membahayakan, pemerintah daerah harus segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah konkret. Keselamatan anak-anak tidak bisa menunggu proses administrasi yang berlarut-larut,” ujarnya.
Di tengah persoalan tersebut, Fahmi mengapresiasi respons cepat Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi, yang langsung mendatangi SDN Cioray setelah menerima informasi mengenai kondisi sekolah.
Baca Juga:Anggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi PeringatanDokter Keliling Gerindra Sambangi Cineam Tasikmalaya, Ratusan Warga Dapat Pengobatan Gratis
Setelah mendapat informasi yang disampaikan Fahmi, Kapolres turun langsung meninjau lokasi dan berinisiatif membantu penyediaan tenda darurat agar kegiatan belajar siswa tetap berlangsung.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan responsif Kapolres Tasikmalaya yang langsung turun ke lapangan.
