Bahkan, beliau akan membantu mendirikan tenda darurat agar anak-anak tetap bisa belajar untuk sementara waktu. Ini bentuk kepedulian nyata yang patut diapresiasi,” katanya.
Fahmi berharap respons cepat tersebut diikuti langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, terutama Disdikbud, untuk menangani kerusakan bangunan secara permanen.
“Pendidikan bukan sekadar membangun gedung atau menjalankan program, tetapi memastikan setiap anak dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bermartabat. Pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat,” tambah Fahmi. (dik)
