Konsumen Tak Lagi Cukup Diburu Tren, Pengalaman Jadi Kunci Bisnis Bertahan

Viral Tak Jamin Konsumen Loyal
Pengunjung saat memesan minuman di salah satu tenant di Plaza Asia Tasikmalaya. Fitriah Widayanti / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Pengalaman mencoba produk, menikmati suasana, hingga mengunjungi lokasi tertentu kini memiliki nilai tersendiri bagi konsumen.

Produk tidak lagi menjadi satu-satunya daya tarik karena pengalaman selama berkunjung juga menjadi bagian dari keputusan pembelian.

Bagi pelaku usaha dan pengelola pusat perbelanjaan, perubahan perilaku tersebut menuntut kemampuan membaca pasar secara lebih cermat.

Baca Juga:Data Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima BantuanJNE Perluas Pasar Industri Kreatif, Jadi Partner Logistik Pameran Seni Inklusif di Bandung

Mengikuti tren memang diperlukan, tetapi keputusan menghadirkan sebuah merek harus tetap mempertimbangkan karakter dan kebutuhan konsumen.

Lucy menilai, pengelola mal perlu terus memantau perkembangan minat masyarakat agar pilihan tenant yang ditawarkan tetap relevan.

“Jadi tren itu harus kita bisa baca, jadi tren-tren perkembangan mall itu di mana gitu,” katanya.

Namun, strategi mendatangkan pengunjung melalui tren saja tidak cukup. Tantangan sesungguhnya justru muncul setelah konsumen mencoba produk atau mengunjungi tempat usaha tersebut.

Lucy mengamati, konsumen sekarang relatif cepat memberikan penilaian. Ketika pengalaman pertama tidak sesuai ekspektasi, peluang mereka untuk kembali bisa langsung menurun.

“Dari yang saya amati, polanya, mereka itu gampang kapokan. Awalnya penasaran, ingin mencoba. Tapi kalau ternyata enggak enak, sudah, enggak mau ke sana lagi,” ujarnya.

Tak hanya kualitas produk, kenyamanan tempat juga menjadi faktor yang menentukan.

Baca Juga:AHM Dorong Gaya Hidup Hijau, Anak Muda Diajak Kurangi Sampah ElektronikPayung Geulis Dikenalkan Sejak Dini, Ibu dan Anak Kompak Melukis di Sawarga Kota Tasikmalaya

Makanan yang enak sekalipun belum tentu cukup kuat mempertahankan pelanggan apabila suasana tempat tidak mendukung pengalaman mereka.

“Kadang makanannya enak, tapi kalau tempatnya enggak nyaman, orang bisa enggak mau datang lagi,” pungkasnya.

Fenomena tersebut menjadi pengingat bagi pelaku usaha bahwa viralitas bisa membuka pintu kunjungan, tetapi kualitas pengalamanlah yang menentukan apakah konsumen akan kembali.

Dalam persaingan bisnis yang semakin dinamis, menarik perhatian pasar merupakan langkah awal. Menjaga kepuasan pelanggan adalah pekerjaan yang jauh lebih panjang. (fitriah widayanti)

0 Komentar