TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tanah longsor yang terjadi di Dusun Panguyuhan 1, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Jumat (30/10/2026), menggerus badan jalan penghubung antardusun hingga nyaris putus. Menghadapi kondisi tersebut, warga bergotong royong melakukan penanganan darurat agar akses jalan tetap bisa digunakan.
Longsor dipicu tingginya intensitas hujan yang mulai mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi jalan yang tergerus cukup parah dikhawatirkan mengganggu mobilitas masyarakat, terutama aktivitas ekonomi warga dan akses anak-anak menuju sekolah.
Jalan tersebut menjadi salah satu jalur alternatif yang digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil bumi serta menunjang aktivitas sehari-hari. Jika kerusakan semakin parah hingga jalan terputus, mobilitas warga berpotensi terganggu.
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
Melihat kondisi itu, masyarakat setempat berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya. Warga bahu-membahu membuat penahan tebing sementara di bagian lereng yang terdampak longsor dengan memanfaatkan material seadanya, seperti pancangan bambu dan karung berisi tanah. Upaya tersebut dilakukan untuk menahan pergerakan tanah sekaligus mencegah kerusakan badan jalan semakin meluas.
Kepala Wilayah Kapunduhan Panguyuhan, Iwan Cahyadi, mengatakan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul mulai masuknya musim penghujan. Terlebih, wilayah tersebut termasuk daerah yang rawan mengalami tanah longsor.
“Musim penghujan sudah tiba, sehingga kami bersama masyarakat akan siaga satu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Wilayah kami memang rawan terjadi tanah longsor, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Iwan menegaskan, penanganan jalan yang terdampak longsor sementara dilakukan secara swadaya karena akses tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat.
Jalan tersebut merupakan salah satu jalan alternatif warga untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Jalan menuju sekolah juga.
Selain melakukan penanganan darurat, pihaknya mengimbau masyarakat Kampung Panguyuhan untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Warga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan di permukaan tanah maupun pergeseran lereng. Langkah tersebut diperlukan agar potensi longsor susulan dapat diantisipasi lebih awal.
Baca Juga:Dokter Keliling Gerindra Sambangi Cineam Tasikmalaya, Ratusan Warga Dapat Pengobatan GratisKetika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan Korban
“Melalui peningkatan kesiapsiagaan dan semangat gotong royong ini, kami berharap risiko fatal akibat bencana tanah longsor dapat diminimalisasi,” pungkasnya. (obi)
