SMPN 1 Kawali Kenalkan Dunia Literasi di Luar Sekolah Lewat Wisata Baca

wisata baca SMPN 1 Kawali
Siswa siswi SMPN 1 Kawali saat berkunjung ke Komunitas Gada Membaca. (IST)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Sebanyak 20 siswa SMPN 1 Kawali mengikuti kegiatan Wisata Baca ke Komunitas Gada Membaca. Didampingi empat guru, para siswa diajak mengenal ruang baca komunitas sekaligus menumbuhkan minat baca di luar lingkungan sekolah.

Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi siswa melalui beragam koleksi buku dan suasana ruang baca yang berbeda dari perpustakaan sekolah. Mereka juga mengenal komunitas literasi yang tumbuh dari kepedulian terhadap budaya membaca.

Salah seorang peserta, Syakila Khairunisa, siswi kelas 8B, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, koleksi buku yang beragam serta suasana yang nyaman membuat kegiatan membaca lebih menyenangkan.

Baca Juga:Gen Z Makin Sulit Dinasehati? Orang Tua Punya Peran PentingBeban Zaman Generasi Muda: Antara Potensi, Etika, dan Daya Juang di Tengah Arus Teknologi

“Kegiatannya seru banget! Buku-bukunya banyak pilihan yang menarik, tempatnya juga adem dan nyaman buat baca. Jadi makin semangat buat baca bareng teman-teman. Pokoknya pengen main dan belajar ke sini lagi!” cetus Syakila.

Pengelola Perpustakaan SMPN 1 Kawali, Mida Arisma SIPust, mengatakan, wisata baca tersebut bertujuan memperluas wawasan siswa sekaligus mengenalkan sumber pengetahuan di luar perpustakaan sekolah.

“Wisata baca ke Gada Membaca ini kami rancang sebagai sarana untuk membuka horizon pengetahuan siswa. Kami ingin anak-anak melihat bahwa ruang baca tidak terbatas pada dinding perpustakaan sekolah saja, tetapi tersebar di mana-mana dalam bentuk komunitas yang hidup,” ungkap Mida.

Selain kunjungan, SMPN 1 Kawali juga membuka peluang kerja sama dengan Gada Membaca. Kolaborasi tersebut mencakup pertukaran koleksi buku, perluasan akses informasi, dan pendampingan pengembangan perpustakaan.

Kepala Perpustakaan SMPN 1 Kawali, Lia Anggraeni SPd Gr, menilai, kerja sama dengan komunitas literasi dapat membantu menumbuhkan minat baca siswa secara bertahap. Suasana baru diharapkan mendorong siswa untuk lebih aktif membaca dan mencari pengetahuan.

“Kerja sama ini adalah pemantik. Kami ingin menumbuhkan minat baca siswa secara bertahap dan konsisten. Ketika siswa dihadapkan pada suasana baru yang inklusif dan bervariasi, dorongan mereka untuk membaca dan bereksplorasi tumbuh jauh lebih cepat,” jelas Lia.

Guru pendamping, Farhan Maulana Dharsono MPd Gr, juga menilai pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa proses belajar dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas di luar sekolah.

0 Komentar