Penantian Tiga Pekan Berakhir, Gadis Asal Padakembang Tasikmalaya Akhirnya Ditemukan

Gadis asal padakembang ditemukan
R (15), remaja asal Kampung Desa Kolot, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, saat dipertemukan dengan keluarga di Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (1/11/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Setelah tiga pekan dinyatakan hilang, R (15), remaja putri asal Kampung Desa Kolot, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Polisi menemukan siswi kelas IX SMP tersebut di kawasan Simpang Gebu, dekat Saung Singaparna, Minggu (1/11/2026).

R diketahui meninggalkan rumah sejak 13 Oktober 2026. Saat itu, ia berpamitan untuk bermain, tetapi tak kunjung kembali. Keluarga sempat berupaya mencari keberadaannya secara mandiri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Ponsel yang dibawa R, milik ibunya, sempat aktif. Akan tetapi, komunikasi sulit dilakukan karena nomor tersebut tidak mudah dihubungi.

Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan

Ibu R, Euis Ratnasari, mengaku sangat khawatir setelah dua pekan mencari anaknya tanpa hasil. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya laporan anak saya hilang di KPAID. Kemarin tidak laporan ke polisi karena HP anak saya masih aktif,” tutur Euis.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya bersama KPAID melakukan penelusuran untuk memastikan keberadaan korban.

Kanit PPA Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, mengatakan pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi yang diketahui pernah berinteraksi dengan R selama meninggalkan rumah.

Penelusuran polisi mengarah ke sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Kudang Singaparna, Kecamatan Cisayong, hingga Dapur MBG di Kubang Eceng, Kecamatan Leuwisari.

“Komunikasi sempat terhambat karena korban kehabisan kuota. Kami akhirnya berikan kebutuhan korban termasuk untuk makan,” kata Josner, Minggu (1/11/2026).

Polisi kemudian menggunakan bantuan seorang teman yang dikenal korban selama berada di luar rumah untuk menjalin komunikasi. Melalui pendekatan tersebut, R akhirnya bersedia bertemu hingga berhasil ditemukan di Simpang Gebu, dekat Saung Singaparna.

Baca Juga:Dokter Keliling Gerindra Sambangi Cineam Tasikmalaya, Ratusan Warga Dapat Pengobatan GratisKetika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan Korban

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, memastikan kepergian R bukan karena penculikan, melainkan atas kemauan sendiri.

“Anggota selalu bekerja dengan hati melayani masyarakat. Korban kami temukan dan sekarang kami titipkan di rumah aman sambil pemulihan psikologis kerja sama dengan KPAID dan UPTD PPA,” kata Heru.

Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengungkapkan bahwa persoalan keluarga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi kepergian R dari rumah.

0 Komentar