FKK SMK Swasta Tasikmalaya Akan Optimalkan Tracer Study untuk Petakan Keterserapan Alumni

tracer study SMK Tasikmalaya
Siswa SMK Manangga Pratama saat mengikuti sosialisasi dari kepolisian beberapa waktu lalu. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Forum Komunikasi Kepala (FKK) SMK Swasta Kota Tasikmalaya akan mengoptimalkan tracer study atau penelusuran lulusan untuk memetakan keterserapan alumni setelah menyelesaikan pendidikan.

Langkah ini dilakukan karena belum seluruh lulusan terdata, baik yang sudah bekerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun membuka usaha sendiri.

Ketua FKK SMK Swasta Kota Tasikmalaya, Nandang Ali Nurjaman SPdI, mengatakan, selama ini sekolah belum memiliki data menyeluruh mengenai aktivitas alumni setelah meninggalkan bangku pendidikan. Tidak semua lulusan melaporkan status mereka sehingga persentase keterserapan alumni secara keseluruhan belum dapat diketahui secara pasti.

Baca Juga:Gen Z Makin Sulit Dinasehati? Orang Tua Punya Peran PentingBeban Zaman Generasi Muda: Antara Potensi, Etika, dan Daya Juang di Tengah Arus Teknologi

Kondisi tersebut, kata Nandang, membuat sekolah belum bisa menyajikan gambaran utuh mengenai lulusan yang terserap di dunia kerja, melanjutkan pendidikan, ataupun berwirausaha. Padahal, menurutnya, data tersebut diperlukan untuk mengetahui perkembangan alumni setelah menyelesaikan pendidikan di SMK.

“Jadi seluruh yang keluar dari SMK itu akan kita optimalkan secara data,” ujarnya.

Menurut Nandang, keterbatasan pendataan juga perlu menjadi perhatian ketika muncul anggapan bahwa lulusan SMK menjadi salah satu penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia. Sebab, informasi mengenai aktivitas alumni yang belum tercatat secara menyeluruh dapat memengaruhi gambaran keterserapan lulusan.

“Itu sebetulnya basisnya basis data. Basis data, basis informasi gitu kan. Itu karena tidak terdata dengan baik,” katanya.

Melalui optimalisasi tracer study, FKK SMK Swasta Kota Tasikmalaya ingin memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kondisi lulusan. Pendataan tersebut mencakup alumni yang bekerja di perusahaan atau dunia industri, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hingga mengembangkan usaha secara mandiri.

Nandang menyebut, sebagian lulusan SMK selama ini telah terserap di dunia kerja. Namun, belum lengkapnya laporan dari alumni membuat capaian tersebut belum bisa dihitung dalam persentase yang mewakili seluruh lulusan SMK swasta di Kota Tasikmalaya. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar