SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya Dorong Siswa Berani Belajar Bicara Lewat Bulan Bahasa

bulan bahasa smk al-khoeriyah
Kegiatan Bulan Bahasa 2026 di SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya yang disambut dengan penuh antusias oleh seluruh siswa. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID— SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya menggelar Bulan Bahasa 2026 bertajuk “Speak, Create, and Celebrate Culture” Selasa (227/10/2026).

Ketua Pelaksana Bulan Bahasa 2026, Rima Royatulmillah, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mendorong siswa lebih berani menyampaikan gagasan, sekaligus menyalurkan kreativitas dan mengenal keberagaman bahasa serta budaya.

Kata speak, kata Rima, mengajak peserta didik untuk berani berbicara dan menyampaikan pendapat, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Sementara itu, create memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan bakat, sedangkan celebrate culture mengajak seluruh warga sekolah untuk mengenal, menghargai, serta melestarikan bahasa dan budaya.

Baca Juga:Gen Z Makin Sulit Dinasehati? Orang Tua Punya Peran PentingBeban Zaman Generasi Muda: Antara Potensi, Etika, dan Daya Juang di Tengah Arus Teknologi

Pesan tersebut diterjemahkan dalam sejumlah kegiatan yang melibatkan siswa dari berbagai program keahlian. Panitia menggelar lomba membaca puisi, storytelling bahasa Inggris, dan kreasi seni musik sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bahasa 2026.

Bagi Rima, perlombaan bukan satu-satunya capaian yang ingin didapat dari kegiatan tersebut. Siswa juga diberi ruang untuk mencoba, berkarya, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

“Keberhasilan Bulan Bahasa bukan hanya dilihat dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari seberapa besar kegiatan ini bisa memberikan inspirasi dan dampak positif bagi seluruh warga sekolah,” ungkapnya.

Bidang Kesiswaan SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya, Andri Gansoni, menambahkan, Bulan Bahasa 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berbahasa dan berkesenian. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia serta mempererat kebersamaan antarpeserta didik.

Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan, kata Andri, menjadi salah satu hal yang terlihat sepanjang pelaksanaan Bulan Bahasa. Keterlibatan mereka tidak hanya muncul saat mengikuti perlombaan, tetapi juga dalam memberikan dukungan kepada peserta dari program keahlian masing-masing.

Setiap perlombaan, menurut Andri, memberikan pengalaman yang berbeda. Lomba puisi melatih penghayatan rasa dan estetika berbahasa, sementara storytelling mengasah kemampuan berbicara di depan umum dan daya imajinasi. Adapun kreasi seni musik menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan ekspresi artistik sekaligus belajar membangun harmoni melalui kolaborasi.

Pengalaman tampil di hadapan orang lain juga menjadi bagian dari proses tersebut. Menurut Andri, kegiatan itu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi potensi diri, mengatasi keraguan, dan membangun keberanian untuk tampil di hadapan publik. Interaksi yang terbangun selama kegiatan turut memperkuat solidaritas dan kebersamaan antarkelas.

0 Komentar