TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mendorong penguatan pembelajaran sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika (STEAM) untuk meningkatkan daya nalar, kreativitas, serta kemampuan inovasi peserta didik. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, mengembangkan, dan menciptakan produk inovatif.
Hal itu disampaikan Cecep saat menghadiri Festival STEAM Tasikmalaya 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya di Aula Basement Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (27/10/2026).
Festival bertema Melatih Daya Nalar dan Kreativitas Siswa sebagai Upaya Menguatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi tersebut melibatkan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa dan pendidik untuk mengembangkan kreativitas, memamerkan inovasi, serta berbagi praktik baik pembelajaran melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics).
Cecep mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut dan berharap pelaksanaannya diperluas hingga tingkat kecamatan dan satuan pendidikan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas diselenggarakannya festival ini. Festival STEAM harus terus dilaksanakan, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, sampai ke jenjang sekolah-sekolah,” ujarnya.
Menurut Cecep, peningkatan kebutuhan terhadap teknologi harus diimbangi dengan minat generasi muda untuk mempelajari dan menguasai ilmu pengetahuan. Tanpa kemampuan mengembangkan teknologi sendiri, Indonesia berisiko terus bergantung pada produk dari negara lain.
“Saat tuntutan kebutuhan akan teknologi makin tinggi, tetapi peminat kita makin rendah, akhirnya kita menjadi objek. Salah satu objeknya ini produk China. Karena kita tidak produksi, hanya jadi pengguna saja,” katanya.
Ia mengungkapkan, pengalamannya menempuh pendidikan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) menjadi salah satu alasan pentingnya mendorong minat generasi muda terhadap bidang sains dan teknologi.
Cecep menilai, minat terhadap bidang MIPA yang diamatinya cenderung menurun, sementara bidang sosial dan ekonomi dinilai lebih banyak diminati. Meski demikian, ia tidak memaparkan data statistik mengenai penurunan maupun perbandingan jumlah peminat tersebut.
