Pembenahan Kawasan Pedestrian Cihideung Jangan Sebatas Penerangan, Penutup Saluran Air Perbaiki Juga

Lampu penerangan kawasan pedestrian cihideung
Lampu penerangan di kawasan Pedestrian Cihideung Kota Tasikmalaya kembali menyala, Sabtu (24/10/2026). (Firgiawan/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

‎‎TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Setelah hampir empat tahun mengandalkan swadaya warga, kawasan Pedestrian Cihideung, Kota Tasikmalaya, mulai kembali mendapat perhatian pemerintah. Pemasangan lampu penerangan dan pemeliharaan fasilitas publik di kawasan tersebut mulai dilakukan.

‎‎Pantauan Radar di lapangan, Sabtu (24/10/2026), sejumlah lampu penerangan mulai dipasang di sepanjang jalur pedestrian. Perbaikan ini disambut positif warga setelah kawasan yang sempat digadang-gadang menjadi ikon pusat kota itu dinilai minim pemeliharaan rutin.

‎‎Meski begitu, sejumlah elemen yang menjadi ciri khas kawasan tersebut, seperti payung geulis yang pernah menghiasi jalur HZ Mustofa–Cihideung, belum terlihat kembali dipasang.

Baca Juga:85 Aset Sudah Diserahkan ke Pemkot Tasikmalaya, Tapi 41 Dikembalikan ke Pemkab Lewat HibahPemuda Ditusuk Saat Nongkrong di Bawah Jembatan Jalan Lingkar Utara Tasikmalaya

‎‎Sekretaris Forum Peduli Cihideung (FPC), Dadan Ramdhani, mengatakan, selama hampir empat tahun terakhir, pemeliharaan kawasan pedestrian dilakukan secara mandiri oleh warga dan pelaku usaha setempat. Mulai dari penerangan hingga perbaikan ringan jalur berbahan batu andesit.

‎‎“Ya, Sabtu ini sudah mulai terlihat dipelihara lagi. Informasinya lampu akan dipasang dari ujung ke ujung, mulai dari persimpangan HZ Mustofa sampai Jalan Pasar Wetan,” ujar Dadan kepada Radar, Minggu (25/10/2026).

‎‎Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mulai membenahi kawasan tersebut. Namun, Dadan berharap pemeliharaan tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu, melainkan menjadi agenda rutin pemerintah daerah.

‎‎“Mudah-mudahan perhatian ini kontinu, bukan sebatas saat momentum HUT Kota saja,” tegasnya.

‎‎Selain keberlanjutan pemeliharaan, FPC juga berharap pejabat dari instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan warga. Menurut Dadan, komunikasi dan kolaborasi diperlukan agar penataan serta perawatan kawasan pusat kota berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

‎‎‎‎Dadan mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada penerangan. Sejumlah fasilitas lain membutuhkan perhatian, terutama penutup saluran drainase berbahan pelat baja di jalur semi-pedestrian yang turut dilintasi kendaraan.

‎‎Beberapa titik penutup saluran tersebut dilaporkan kembali rusak dan berlubang. Kondisi itu berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat malam hari ketika kerusakan sulit terlihat.

0 Komentar