Gen Z Makin Sulit Dinasehati? Orang Tua Punya Peran Penting

gen z
(IST)
0 Komentar

Pandangan serupa disampaikan pelajar SMPN 1 Banjar, Ratu Salsabila. Ia menilai kebiasaan menggunakan ponsel sejak masa pandemi Covid-19 turut memengaruhi aktivitas dan interaksi sebagian anak muda dengan lingkungan sekitarnya.

“Sehingga kegiatan lingkungan diabaikan, dan dibiasakan menggunakan HP membuat Gen Z malas beraktifitas dan kurang komunikatif dengan sekitar,” ucapnya Senin 26 Oktober 2026.

Menurut Ratu, konten media sosial juga dapat memengaruhi pola pikir anak muda apabila tidak disertai kemampuan memilah informasi. Keinginan memperoleh hasil secara instan menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan.

Baca Juga:Beban Zaman Generasi Muda: Antara Potensi, Etika, dan Daya Juang di Tengah Arus TeknologiHari Santri Jadi Momentum SD Islam Al Misbah Perkuat Karakter Siswa

Ia menilai keluarga perlu memberikan perhatian, bimbingan, dan kasih sayang agar anak memiliki ketahanan mental dalam menghadapi tekanan lingkungan. Orang tua juga dapat mengarahkan anak mengikuti kegiatan positif, seperti olahraga, kebudayaan, dan kesenian.

“Salah satunya menyalurkan anak diluar dengan kegiatan positif, apakah itu kebudayaan, olahraga, kesenian maupun lainnya,” katanya.

Ratu juga menyoroti pentingnya kemampuan menggunakan teknologi secara bijak. Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan perangkat digital dapat membawa manfaat, tetapi juga berisiko apabila digunakan tanpa pertimbangan.

Sebagai orang tua, Fany Hendravandiana dan Satiman juga menilai lingkungan pergaulan berpengaruh terhadap perilaku anak muda. Menurut mereka, kebiasaan dan karakter anak tidak bisa dinilai hanya dari penampilan atau aktivitasnya di media sosial.

“Kalau dilihat rata-rata memang anak muda sekarang lebih sulit menerima nasihat dan menjalankan tanggung jawab. Namun kembali lagi dimana anak tersebut beraktifitas atau bergaul,” jelasnya.

Mereka menilai kegiatan positif dapat membantu anak membangun kebiasaan baik, termasuk dalam hal adab, akhlak, dan pendidikan karakter. Di sisi lain, penggunaan ponsel tetap perlu diawasi agar tidak disalahgunakan untuk mengakses hal-hal yang belum sesuai dengan usia anak.

“Sebagai orang tua tentu harus melindungi anak, bukan berarti mengekang kebebasan anak. Diawali dengan komunikasi dan arahan dari orang tua,” pungkasnya.

Baca Juga:GMNU Kota Tasikmalaya Kritik SiLPA APBD Kota Tasikmalaya 2025 yang Jadi Temuan BPKMAN 1 Tasikmalaya Tegaskan Peran Santri Mengisi Kemerdekaan

Pembentukan karakter generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga menjadi fondasi awal, sekolah berperan melalui pendidikan formal, sedangkan masyarakat turut membentuk kebiasaan dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.

0 Komentar