Toilet umum pun, kata Wawang, perlu difungsikan kembali. Baginya, pembenahan fasilitas dasar menjadi langkah awal untuk mengembalikan kenyamanan pengunjung dan menarik masyarakat datang.
“Lampu-lampunya harus dinyalakan semua. Fasilitas WC juga harus difungsikan. Kalau fasilitasnya tersedia dan berjalan, insyaallah tempat itu bisa ramai lagi,” ucapnya.
Pemerintah Desa Cintakarya mendesak Pemerintah Kabupaten Pangandaran segera turun tangan membenahi sekaligus mengaktifkan kembali fasilitas di Alun-Alun Pangbagea.
Baca Juga:Bukan Sekadar Viral, Pemuda Tasikmalaya Harus Jadi Agen PerubahanLaptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi Hadir
Pembenahan dinilai penting agar ruang publik tersebut kembali memberi manfaat bagi warga, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha mikro untuk berjualan.
Pemdes juga menyatakan kesiapannya apabila pemerintah daerah memberikan kewenangan untuk mengelola dan merawat kawasan tersebut secara mandiri.
“Ya, Insyaallah, bagaimana pemerintah daerah saja. Kalau diberikan untuk pengelolaan, kami siap,” jelas Wawang.
Kini, pekerjaan rumahnya bukan sekadar menyalakan lampu atau membersihkan kawasan.
Pemerintah daerah perlu memastikan siapa yang bertanggung jawab atas perawatan, bagaimana pengelolaan dilakukan, dan kegiatan apa yang bisa membuat alun-alun kembali hidup.
Sebab, membangun ruang publik dengan anggaran besar semestinya menjadi awal pelayanan kepada masyarakat, bukan akhir dari sebuah proyek.
Tanpa pengelolaan yang jelas, alun-alun berisiko hanya menyisakan bangunan, fasilitas yang terbengkalai, dan kenangan tentang keramaian yang tak lagi datang. (deni nurdiansah)
