SMPN 5 Kota Tasikmalaya Hidupkan Warisan Leluhur Lewat Kreativitas Siswa

Festival seni dan budaya SMPN 5 Tasikmalaya
Sejumlah siswa SMPN 5 Tasikmalaya foto bersama mengenakan pakaian batik dalam acara Festival dan Seni Budaya Tradisional, Selasa (20/10/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Lengser, tari tradisional, musik calung, hingga peragaan busana batik Tasikmalaya mewarnai festival seni dan budaya yang digelar SMPN 5 Tasikmalaya, Selasa (20/10/2026). Beragam pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal sekaligus menampilkan kekayaan budaya daerah di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang melibatkan ratusan siswa, guru, dan komite sekolah ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Mengusung semangat Merajut Budaya, Menjaga Bahasa, Menguatkan Bangsa, festival tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi lokal.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, kegiatan ini juga menghadirkan pameran kerajinan tangan dan makanan tradisional. Berbagai produk yang ditampilkan memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif daerah kepada siswa sejak dini.

Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun

Kepala SMPN 5 Tasikmalaya, Hj Dina Yusida SPd MPd, mengatakan, peringatan seperempat abad Kota Tasikmalaya perlu diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi generasi muda. Salah satunya melalui pengenalan dan pelestarian budaya daerah di lingkungan pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kesantunan budi pekerti sekaligus ketangguhan jiwa pada anak didik kita. Melestarikan budaya adalah wujud cinta kita kepada Kota Tasikmalaya,” tuturnya.

Menurut Dina, pengenalan budaya melalui kegiatan sekolah menjadi salah satu cara untuk mendekatkan siswa dengan warisan leluhur. Dengan terlibat langsung dalam pertunjukan maupun pameran, siswa tidak hanya mengenal tradisi secara teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengekspresikannya melalui kegiatan kreatif.

Festival tersebut sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat di luar bidang akademik. Berbagai penampilan dan karya yang disuguhkan memberi kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni, budaya, dan kreativitas.

Dina berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai agenda tahunan. Selain memperkuat kecintaan siswa terhadap budaya lokal, kegiatan ini diharapkan turut mendukung upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menghidupkan ruang-ruang kreatif dan kebudayaan di berbagai wilayah kota. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar