PSGC vs PSIS Imbang 0-0, Suporter Bentrok

kericuhan suporter psgc vs psis semarang
Tangkapan layar, suporter PSGC Ciamis VS PSIS Semarang terlibat keributan di luar stadion, Sabtu malam 17 Oktober 2026
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam, berakhir imbang 0-0. Namun, pertandingan tersebut diwarnai kericuhan antarsuporter yang berlanjut hingga ke luar stadion.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat keributan antara suporter kedua tim di tribun Stadion Galuh. Kericuhan kemudian berlanjut ke sejumlah lokasi di sekitar stadion, termasuk minimarket dan jalan yang mengganggu aktivitas warga.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, kesalahpahaman antarsuporter terjadi setelah pertandingan berakhir. Keributan dilaporkan berlangsung di beberapa titik, termasuk sekitar Stadion Galuh, Universitas Galuh, Panawangan, dan Kawali.

Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun

“Setelah pertandingan adanya kesalahan pahaman antarsupporter, ada beberapa titik dekat Stadion Galuh, Universitas Galuh, Panawangan, dan Kawali,” katanya kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026) malam.

Eko mengatakan, petugas keamanan segera bertindak untuk meredakan ketegangan. Polisi juga mengawal rombongan suporter PSIS Semarang hingga keluar dari wilayah Kabupaten Ciamis.

” Bahkan kita mengawal supporter PSIS Semarang hingga keluar perbatasan Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Menurut Eko, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi petugas pengamanan, panitia pelaksana, dan suporter. Persiapan pengamanan perlu diperhatikan agar pertandingan berikutnya berlangsung aman dan tertib.

“Hal ini nantinya menjadi evaluasi bersama-sama ke depannya menahan diri supaya kejadian ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, pertandingan sepak bola seharusnya menjadi momentum untuk mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong perekonomian daerah, bukan justru diwarnai kericuhan. (Fatkhur Rizqi)

0 Komentar