Di sisi lain, pemerataan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah. Wahid menilai masih ada wilayah yang belum menikmati pembangunan secara optimal. Keterbatasan anggaran kerap menjadi kendala, tetapi hal tersebut harus tetap menjadi bahan evaluasi agar pembangunan ke depan lebih tepat sasaran.
“Catatannya, di satu sisi memang ada peningkatan, tetapi di sisi lain masih banyak kekurangan. Termasuk pembangunan infrastruktur yang belum merata di semua daerah. Alasannya mungkin klasik, pertama karena tidak ada anggaran,” katanya.
Karena itu, Wahid berharap peringatan hari jadi ke-25 menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara wali kota dan DPRD, wali kota dengan wakil wali kota, serta pimpinan daerah dengan jajaran di bawahnya.
Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun
“Dengan usia 25 tahun ini, saya berharap ada evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dipimpin Pak Viman dan Pak Diky. Ke depan harus ada perubahan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Wahid, komunikasi yang baik dapat mencegah persoalan berkembang menjadi lebih besar. Sebaliknya, komunikasi yang tidak berjalan lancar berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di lingkungan pemerintahan.
“Termasuk komunikasi antara wali kota dan DPRD, antara wali kota dengan wakilnya, serta wali kota dengan bawahannya. Semuanya harus terjalin dengan baik. Ketika ada masalah, kalau komunikasinya lancar, masalah bisa diselesaikan. Namun, kalau komunikasinya tidak lancar, dikhawatirkan terjadi miskomunikasi sehingga masalah kecil menjadi besar,” pungkasnya. (Ujang Nandar)
