Peringati HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, DPRD Soroti Persoalan PAD dan Infrastruktur

DPRD Kota Tasikmalaya
Rapat paripurna Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-2 di DPRD Kota Tasikmalaya. (Ujang Nandar/Radartasik.id)
0 Komentar

“Tentu 25 tahun ini sudah banyak keberhasilan, baik dari kepemimpinan sebelumnya maupun sekarang. Namun, harapan ke depan, mudah-mudahan Pak Wali Kota di kepemimpinan hari ini bisa lebih meningkatkan lagi progres pembangunan di Kota Tasikmalaya, baik infrastruktur maupun sarana prasarana,” kata Hilman.

Selain pembangunan fisik, Hilman menyoroti capaian PAD yang dinilai masih perlu mendapat perhatian serius. Target pendapatan daerah yang belum tercapai dan kondisi PAD yang disebutnya mengalami penurunan harus menjadi bahan evaluasi pemerintah.

“Kalau bahasa Pak Wali sering disampaikan, itu kolaborasi. Semua elemen harus berkolaborasi. Saya lebih berharap komunikasinya diperbagus lagi untuk pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun

“Catatannya banyak, baik dari PAD yang sampai sekarang belum tercapai. Pengurangan sudah besar, PAD-nya juga hari ini menurun. Itu menjadi catatan kita agar Pak Wali sebagai pimpinan daerah bekerja sama dengan DPRD dan semua pihak untuk lebih giat meningkatkan PAD Kota Tasikmalaya. Karena tanpa itu, kita tidak bisa membangun,” sambungnya.

Menurut Hilman, peningkatan PAD penting untuk memperkuat kemampuan keuangan daerah dalam membiayai program pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kerja sama dengan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan, disertai komunikasi yang lebih baik.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, menilai usia 25 tahun merupakan fase kedewasaan yang harus diikuti peningkatan inovasi dan kualitas pelayanan publik. Terlebih, pemerintah daerah kini menghadapi tantangan berupa pengurangan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Usia 25 tahun itu sudah dewasa penuh. Kalau ukuran pemerintahan, mungkin baru akan mulai. Kita berharap di usia 25 tahun ini Tasikmalaya membawa perubahan yang signifikan, terutama di saat TKD-nya dikurangi,” ujar Heri.

Menurutnya, keterbatasan anggaran harus mendorong pemerintah untuk lebih kreatif dalam mengelola keuangan dan menggerakkan perekonomian. Kepala daerah bersama seluruh jajaran juga dituntut memiliki terobosan agar pembangunan tetap berjalan.

“Kalau menurut saya, kita sedang diuji, baik kepala daerah maupun semuanya, bagaimana harus berinovasi dan memiliki jiwa entrepreneurship,” katanya.

0 Komentar