Ketua AMI Muhammad Jausan Kamil mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya melihat fenomena sebagian generasi muda yang cukup memprihatinkan. Khususnya mereka yang terpaksa tidak bersekolah dan rata-rata karena faktor ekonomi. “Di Kota Tasikmalaya saja ada sekitar 4.000 ATS,” ungkapnya kepada Radar.
Persoalan ATS ini dibarengi dengan banyaknya anak muda pengangguran yang mengakibatkan ekonomi mereka tidak stabil. Hal ini membuat hidup mereka kurang berkualitas.
Menurut Jausan, fenomena ini kurang mendapat perhatian yang serius baik dari pemerintah atau pun lembaga lainnya. Sementara mereka merupakan tulang punggung bangsa di masa yang akan datang. “Masalah ini jarang teradvokasi sehingga menjadi ancaman di masa yang akan datang, ruang-ruang kosong inilah yang akan kita akselerasi,” ucapnya.
Baca Juga:Salah Kostum di Pelantikan Anak Muda!Orang Tua Harus Sering Ngobrol untuk Melindungi Anak dari Dampak Negatif Teknologi Digital
Rencananya pihaknya akan bergerak bersama anak-anak muda di 10 kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya. Ada beberapa gerakan yang sudah dipersiapkan untuk membantu memperjuangkan hak mereka serta mendorong peningkatan kualitas hidup sesuai dengan potensi masing-masing. “Nanti kita ada bidang pemuda dakwah, Jurnalis, advokat sampai entrepreneurship, konsep kita law and economy,” katanya.
Di samping itu, AMI juga akan mengawal kinerja pemerintahan supaya tidak merugikan kehidupan masyarakat. Yakni melalui kritik yang didasari data dan kajian.(Rangga Jatnika)
