TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda SMA/SMK Kota Tasikmalaya kembali menggelar Pasanggiri Mencenges di Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Rabu (14/10/2026). Ajang tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengenal dan mengembangkan kesenian serta sastra Sunda.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, yang hadir membuka acara mengapresiasi pelaksanaan Pasanggiri Mencenges yang melibatkan pelajar tingkat SMA dan SMK dari berbagai wilayah. Menurut Diky, pengenalan kesenian dan sastra Sunda kepada generasi muda perlu terus dilakukan agar budaya daerah tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Ini menjadi awalan supaya ke depan kesundaan makin hari makin nanjung. Hari ini dalam kegiatan Mencenges, anak-anak pelajar tingkat SMA dari berbagai wilayah diperkenalkan dengan berbagai kesenian Sunda, antara lain sastra Sunda, sajak Sunda dan yang lainnya yang berkaitan dengan kesundaan, supaya teu pareumeun kapayunna,” ujarnya.
Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun
Diky juga menilai upaya menjaga budaya Sunda tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara kegiatan. Kesadaran untuk mengenal dan menjaga budaya daerah, menurut dia, perlu tumbuh dari masyarakat, termasuk dari diri sendiri.
“Cobalah tanya kepada diri sendiri sampai sejauh mana kesadaran kita kepada kesundaan. Saya pribadi juga merasa, jujur masih banyak kurangnya,” tutur Diky.
Di sisi lain, Diky menilai antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut masih perlu ditingkatkan. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi panitia yang telah menggagas dan menyelenggarakan Pasanggiri Mencenges.
“Jujur saya katakan, antusias masyarakat masih belum wah. Tapi dalam hal kegiatan, saya tetap salut kepada para pejuang, dalam hal ini jajaran kepanitiaan, karena sudah berikhtiar dan juga telah berjuang untuk bisa menyatukan dan membuat kegiatan tersebut berlangsung sukses dan lancar,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai salah satu upaya mengenalkan kesenian dan sastra Sunda kepada generasi muda. (Fitriah Widayanti)
