Dalam Dua Bulan Terakhir, Tiga Kasus Orang Hilang di Kabupaten Tasikmalaya Terungkap

Tiga Kasus Orang Hilang di kabupaten tasikmalaya
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri memaparkan pengungkapan kasus orang hilang asal Kabupaten Tasikmalaya di Mako Polres Tasikmalaya, Rabu (14/10/2026). (Istimewa)
0 Komentar

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah apartemen di Tangerang,” kata Heru.

Setelah ditemukan, korban diamankan di rumah aman untuk menjalani pemulihan psikologis.

Kasus kedua melibatkan CM (23), mahasiswi asal Kampung Cinerang RT 06 RW 04, Desa Taraju, Kecamatan Taraju. Ia dilaporkan hilang setelah berpamitan mengerjakan skripsi di kampus.

Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan

Polisi kemudian menemukan CM di salah satu hotel di Lampung. Dalam penanganan kasus ini, polisi juga menangkap JCP (31), tenaga honorer asal Rajabasa, Bandar Lampung, yang diduga membawa lari korban.

Berdasarkan hasil penelusuran, keduanya berkenalan melalui gim daring Mobile Legends. JCP diduga mengaku masih lajang dan menjanjikan pernikahan kepada korban. Namun, belakangan diketahui pria tersebut telah beristri. Identitas korban juga disebut digunakan untuk pinjaman daring.

Atas perkara tersebut, tersangka dijerat Pasal 454 dan/atau Pasal 450 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kasus ketiga terjadi di Kecamatan Salopa. Seorang ibu rumah tangga berinisial TS (38) dilaporkan hilang selama lima hari. Kepada suaminya, Deni, TS sempat mengaku disekap di Bekasi dan akan dijual kepada mucikari.

“Saya takut istri saya dijual ke lokasi gak bener. Dia ngaku sampai beli pisau segala ngakunya istri buat jaga-jaga,” kata Deni.

Mendapat laporan tersebut, polisi melakukan pencarian hingga ke Bekasi dan Bandung, termasuk menelusuri sejumlah tempat hiburan malam. Namun, TS akhirnya ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Sumedang pada 26 Agustus.

Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa pengakuan mengenai penyekapan tersebut tidak benar. TS mengaku meninggalkan rumah setelah terlibat cekcok dengan suaminya dan berniat bekerja sebagai pengasuh bayi atau baby sitter di Sumedang.

Baca Juga:Dokter Keliling Gerindra Sambangi Cineam Tasikmalaya, Ratusan Warga Dapat Pengobatan GratisKetika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan Korban

“Saya keluar rumah karena ada masalah cekcok aja. Kalau disekap dan mau dijual mah itu biar suami saya gak nyari,” kata TS.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, kepolisian merespons setiap laporan orang hilang dengan melakukan penelusuran dan pencarian. Dalam kasus TS, penelusuran notifikasi login Facebook turut membantu petugas menemukan keberadaannya. “Motif korban diduga ingin cerai dengan suami jadi kabur dari rumah,” kata Ade.

0 Komentar