Dalam Dua Bulan Terakhir, Tiga Kasus Orang Hilang di Kabupaten Tasikmalaya Terungkap

Tiga Kasus Orang Hilang di kabupaten tasikmalaya
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri memaparkan pengungkapan kasus orang hilang asal Kabupaten Tasikmalaya di Mako Polres Tasikmalaya, Rabu (14/10/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Satreskrim Polres Tasikmalaya mengungkap tiga kasus orang hilang yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir. Penanganan kasus tersebut mengandalkan kecepatan menerima informasi dari keluarga, penelusuran jejak digital, serta koordinasi dengan kepolisian di wilayah lain.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri mengatakan, kecepatan informasi dari keluarga menjadi faktor penting dalam proses pencarian. Selain itu, anggota di lapangan dituntut proaktif agar keberadaan orang yang dilaporkan hilang segera diketahui.

“Alhamdulillah di masa kepemimpinan Pak Kapolres AKBP Ade Papa Rihi terungkap semua. Atas arahan Pak Kapolres juga, anggota bergerak cepat,” kata Heru, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan

Menurut Heru, informasi mengenai kondisi, latar belakang, dan aktivitas terakhir orang yang dilaporkan hilang sangat membantu penyelidikan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan arah pencarian.

“Keterangan dan latar belakang yang bersangkutan bisa hilang. Tentu juga upaya kepolisian yang proaktif dan profesional dalam bertindak bisa jadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan orang hilang,” terang Heru.

Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner Ringgo menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk satuan kepolisian di tingkat atas, untuk mempersempit wilayah pencarian.

“Kami tidak segan koordinasi dengan stakeholder lain termasuk satuan atas. Dan kami turun ke lapangan dengan cepat tepat. Beberapa korban ini kan bisa cepat kami selamatkan dengan gerakan yang tepat,” ungkap Josner.

Tiga kasus tersebut memiliki latar belakang berbeda. Mulai dari remaja yang ditemukan di apartemen di Tangerang, mahasiswi yang ditemukan di Lampung setelah dibawa pria yang dikenalnya melalui gim daring, hingga ibu rumah tangga yang mengaku disekap di Bekasi, tetapi ternyata berada di Sumedang.

Kasus pertama menimpa DL (16), remaja asal Kecamatan Bantarkalong. Ia dilaporkan hilang sejak 2 Oktober 2026 setelah berpamitan membeli makanan dari tempat tinggalnya di Kampung Simpang RT 08 RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong.

Setelah dilakukan pencarian, tim gabungan Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya bersama Polda Metro Jaya menemukan DL di lantai 33 Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten, Minggu (12/10) sekitar pukul 00.30 WIB.

0 Komentar