Herdiat menilai penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri menghadapi persoalan tersebut tanpa dukungan ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, maupun unsur masyarakat lainnya.
“Mari kita bergandengan tangan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi persoalan ini,“ ujarnya.
Asisten Administrasi Umum Setda Ciamis Wawan Ruhiyat mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa tingkat Kabupaten Ciamis digelar berdasarkan hasil koordinasi dan musyawarah antara pemerintah daerah, MUI Kabupaten Ciamis, Kementerian Agama, serta aparat keamanan.
Baca Juga:Ketika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan KorbanMusyawarah KADIN Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diulang, Dijadwalkan 21 Oktober 2026
“Tujuan Istisqa ini adalah untuk meningkatkan ikhtiar bersama dalam rangka memohon kepada Allah yang menguasai seluruh alam agar menurunkan hujan, tentunya hujan yang disertai dengan membawa keberkahan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga masyarakat Tatar Galuh Ciamis,“ katanya.
Salat Istisqa di Alun-Alun Ciamis dipimpin Ketua MUI Kecamatan Ciamis KH Bukhari Muslim sebagai imam. Sementara Ketua MUI Kabupaten Ciamis Drs. KH Saepul Ujun bertindak sebagai khatib.
Ribuan peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari ASN Pemerintah Kabupaten Ciamis, TNI-Polri, organisasi masyarakat Islam, organisasi kepemudaan, instansi vertikal, BUMN/BUMD, TP PKK, Muslimat NU, santri, pelajar hingga masyarakat umum.
Pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya dipusatkan di Alun-Alun Ciamis. Kegiatan serupa juga digelar secara serentak di tingkat kecamatan, kelurahan hingga desa di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis sebagai ikhtiar bersama menghadapi dampak kemarau. (riz)
