Kekeringan Pangandaran Meluas, 27.946 Warga Krisis Air: 2,4 Juta Liter Tak Cukup Redam Dahaga

27.946 Warga Krisis Air
Tagana Kabupaten Pangandaran saat menyalurkan air bersih belum lama ini. istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Musim kemarau panjang mulai menunjukkan wajah paling kerasnya di Kabupaten Pangandaran. Kekeringan tak lagi menjadi persoalan di sejumlah titik, tetapi sudah meluas hingga 38 desa di sembilan kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat, sedikitnya 27.946 jiwa atau 9.494 kepala keluarga (KK) terdampak bencana kekeringan.

Angka tersebut menjadi alarm bahwa persoalan air bersih di Pangandaran bukan sekadar sumur yang mengering. Bagi puluhan ribu warga, mendapatkan air kini harus ditempuh melalui bantuan dan distribusi darurat.

Baca Juga:Miras Masih Beredar di Kota Tasikmalaya Lewat COD, Belasan Botol Diselipkan dalam Tas RanselTelkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat Set

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi mengatakan, terdapat sembilan wilayah yang terdampak cukup parah.

Yakni Kecamatan Kalipucang, Padaherang, Pangandaran, Cijulang, Cigugur, Parigi, Cimerak, Sidamulih, dan Mangunjaya.

“Kalipucang menjadi area terparah dengan jumlah warga terdampak mencapai 8.086 jiwa atau 2.730 KK,” kata Dodo kepada Radar, Kamis (8/10/2026).

Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda. Terlebih di sejumlah lokasi, sumber air warga sudah mengering total.

BPBD Pangandaran pun menggandeng sejumlah instansi lintas sektor untuk mengoperasikan pengiriman air bersih secara darurat ke wilayah terdampak.

Dodo menyebut, hingga saat ini sebanyak 2.453.000 liter air bersih telah didistribusikan menggunakan 215 armada ke berbagai titik bencana.

Pasokan tersebut berasal dari sejumlah pihak. Tagana menyumbang 1.225.000 liter, BPBD Pangandaran 950.000 liter, sedangkan suplai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mencapai 278.000 liter.

Baca Juga:Proyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov JabarPohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka Tutup

Namun, derasnya bantuan air tersebut sekaligus menggambarkan betapa seriusnya persoalan kekeringan yang tengah dihadapi warga. Ketika sumber air mengering, kebutuhan paling dasar pun harus didatangkan menggunakan armada.

Dodo menegaskan, penyaluran air bersih bersama Tagana Pangandaran menjadi kebutuhan mendesak. Sebab, kelangkaan air telah meluas dan dampaknya dirasakan langsung puluhan ribu penduduk.

“Penyaluran air bersih ini sangat mendesak karena kekeringan sudah meluas dan berdampak langsung terhadap masyarakat,” ujarnya.

Di tengah meluasnya krisis air tersebut, tidak seluruh wilayah Pangandaran mengalami kondisi serupa.

Dodo menyebut Langkaplancar menjadi kawasan yang hampir tidak terdampak kekeringan panjang.

Meski begitu, kondisi di puluhan desa menunjukkan bahwa kemarau panjang tak lagi sekadar soal cuaca. Bagi ribuan keluarga, persoalannya kini sederhana tetapi genting: air untuk kebutuhan sehari-hari semakin sulit didapat. (deni nurdiansyah)

0 Komentar