Sekarang masyarakat ingin membuka bukunya sendiri. Bukan untuk memberi nilai A, B, atau C. Hanya ingin bertanya: “Pak Wali, kami ingin tahu. Pemerintahan ini sudah sampai halaman berapa?”
Kalau wali kota datang, bagus. Kalau datang bersama data, lebih bagus. Kalau datang bersama jawaban, lebih bagus lagi.
Karena pada akhirnya, rapor pemerintahan bukan hanya milik pemerintah. Yang paling berhak merasakan hasilnya adalah masyarakat. Dan demokrasi lokal barangkali sesederhana ini: rakyat bertanya. Pemimpin menjawab. Lalu keduanya pulang membawa pekerjaan masing-masing. (red)
