Namun, penghematan tersebut belum mampu mengimbangi penurunan pendapatan.
Pada akhirnya, Juventus menutup tahun buku 2025/26 dengan pendapatan €474,7 juta, tetapi tetap mencatat kerugian setelah pajak sebesar €66 juta atau sekitar Rp1,32 triliun.
Kerugian itu bahkan lebih besar dibandingkan musim sebelumnya.
Situasi tersebut membuat pemulihan keuangan tetap menjadi salah satu pekerjaan penting bagi Juventus.
Klub harus meningkatkan pemasukan komersial, memperbaiki pendapatan dari kompetisi dan hak siar, sekaligus menjaga pengeluaran agar tidak kembali membebani neraca.
Baca Juga:Manchester City Terancam Hukuman Berat: Gelar Juara Dicopot dan Terdepak dari Premier League Resmi! Manchester City Divonis Bersalah atas Dugaan Pelanggaran Aturan Financial Fair Play Selama 9 Musim
Dengan kata lain, Juventus memangkas biaya, tetapi pendapatan yang hilang masih terlalu besar untuk membuat laporan keuangan kembali ke zona aman.
