Dari sisi kebutuhan anggaran, pembangunan maupun pemulihan satu sistem hydrant lengkap juga bukan pekerjaan sederhana. Nilai investasinya dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, bergantung pada spesifikasi, kapasitas, jaringan perpipaan, sumber air, pompa, jumlah titik hydrant dan komponen pendukung lainnya.
Dengan kondisi tersebut, kesiapan penanggulangan kebakaran di kawasan Setda tidak semestinya hanya mengandalkan armada Damkar dan sumber air dari luar lokasi. Sistem proteksi kebakaran yang tersedia di dalam kompleks pemerintahan juga perlu dipastikan berfungsi dan siap digunakan.
Agus menegaskan, kondisi hydrant yang tidak berfungsi tersebut menjadi informasi penting dalam melihat kesiapan sarana penanggulangan kebakaran di lingkungan Setda Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Portal Papayan-Cikalong Dipersoalkan, Pengusaha Minta Truk Legal Tak DibatasiBangun Sinergi dengan KPAID, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Formulasi Tangani Bullying di Madrasah
“Keberadaan hydrant di halaman Setda bukan sekadar persoalan fasilitas yang sudah lama tidak berfungsi. Persoalannya menyangkut kesiapan sistem proteksi kebakaran ketika kondisi darurat benar-benar terjadi,” pungkasnya. (obi)
