Cegah Stunting dari Hulu, Wihaji Perkuat 5.000 Kader TPK Ciamis

Cegah stunting
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr H Wihaji SAg MPd melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ciamis di Gedung KH Irfan Hielmy, Kompleks Islamic Center Ciamis, Selasa (29/9/2026). (Istimewa)
0 Komentar

Selain penguatan pendampingan, pemerintah pusat juga tengah merapikan regulasi terkait program MBG. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melakukan pembahasan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), terutama terkait penyesuaian porsi menu dan pola distribusi MBG untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

“Langkah koordinasi ini dinilai sangat mendesak mengingat karakteristik dan kebutuhan nutrisi anak balita—khususnya yang berusia di bawah dua tahun—berbeda secara signifikan jika dibandingkan dengan porsi makanan anak usia sekolah,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan Pemkab Ciamis mengandalkan pendataan secara sensus riil di lapangan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Pendataan dilakukan melalui posyandu untuk memastikan validitas data, selain tetap mengacu pada hasil survei nasional.

Baca Juga:Portal Papayan-Cikalong Dipersoalkan, Pengusaha Minta Truk Legal Tak DibatasiBangun Sinergi dengan KPAID, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Formulasi Tangani Bullying di Madrasah

“Data dari posyandu Insya Allah akurat. Selisihnya hanya sekitar 4,4 persen antara hasil survei nasional dengan data kami. Kami melakukan pendataan secara sensus langsung ke warga, bukan sekadar sampel survei,” tegas Herdiat.

Herdiat juga mendukung pelaksanaan program MBG di Ciamis. Saat ini, Kabupaten Ciamis telah membentuk 199 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 80 unit di antaranya sudah beroperasi penuh.

Untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ciamis ditugaskan melakukan pembinaan langsung hingga tingkat kecamatan, terutama dalam mendukung pencegahan stunting.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo, MM.Kes., mengatakan TPK di Ciamis mengintegrasikan tiga unsur kader di tingkat desa, yakni kader Kependudukan dan KB, kader Kesehatan, serta kader Pemberdayaan Masyarakat.

Pada 2026, seluruh TPK Ciamis juga berkomitmen mengawal program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) serta protokol pelaksanaan MBG 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD.

“Kader kami bekerja dari pintu ke pintu untuk memastikan bahwa setiap gram asupan gizi yang disalurkan pemerintah benar-benar dikonsumsi oleh sasaran yang tepat, terdata dengan valid, dan dievaluasi perkembangannya setiap bulan melalui forum rekonsiliasi data desa,” pungkasnya. (riz)

0 Komentar