Ini Alasan Persikotas Tak Pakai Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya Sebagai Home Base

alasan Persikotas tidak pakai Stadion Wiradadaha
Kondisi lapangan Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya, Minggu (27/9/2026). Rezza Rizaldi
0 Komentar

Di tengah persoalan home base, Ecep juga menyoroti kondisi Stadion Dadaha yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas sepak bola di Kota Tasikmalaya.

Menurut dia, gairah sepak bola di Tasikmalaya justru semakin tumbuh. Berbagai kegiatan sepak bola, mulai dari pertandingan hingga kompetisi usia tertentu, terus berlangsung di kawasan tersebut.

Persoalannya, peningkatan aktivitas itu tidak sepenuhnya diimbangi kondisi fasilitas.

“Gairah kebangkitan sepak bola di Priangan Timur, khususnya di Tasikmalaya, enggak terbendung,” katanya.

Baca Juga:Kisah Dua Mahasiswi Universitas Mayasari Bakti yang Menjadi Sarjana Pertama di Keluarga Berkat BSI ScholarshipRemaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Citanduy Kota Tasikmalaya saat Menolong Temannya

Ia menyebut Stadion Dadaha kini menghadapi persoalan serius pada kondisi lapangan.

Padatnya aktivitas membuat permukaan lapangan dinilai semakin tidak ideal untuk menunjang latihan maupun pertandingan.

Ecep bahkan menceritakan pengalaman tim Persikotas ketika menjalani latihan. Para pemain dan staf harus mengumpulkan batu-batu kerikil yang muncul di permukaan lapangan.

“Setiap latihan itu kita ngumpulin batu kerikil segede-gede ini. Saya masih menyimpan videonya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata dia, bukan sekadar persoalan estetika. Permukaan lapangan yang buruk berpotensi membahayakan pemain ketika berlatih.

“Bagaimana pemain mau berlatih dengan sungguh-sungguh kalau jatuh, batu-batu begitu bisa berdarah,” katanya.

Ironisnya, ketika aktivitas sepak bola terus menggeliat, fasilitas yang menjadi pijakannya justru belum sepenuhnya mampu mengikuti laju gairah tersebut. Stadion yang semestinya menjadi rumah bagi sepak bola lokal malah masih menyisakan pekerjaan rumah.

Baca Juga:Persikotas Terusir dari Kandang Sendiri, TCS Desak Pemkot Tasikmalaya Beri Kepastian Soal Perbaikan StadionPSSI dan Pemkot Tasikmalaya Lakukan Laga Amal untuk Mengang Ahid, Skor Imbang 1-1

Karena itu, Ecep mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan skema kerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat pembenahan Stadion Wiradadaha/Dadaha.

Menurut dia, pola kemitraan dapat menjadi salah satu jalan keluar ketika kemampuan anggaran pemerintah daerah terbatas.

“Fast track-nya jalan terbaiknya adalah bermitra dengan swasta,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengelolaan sejumlah stadion di daerah lain yang melibatkan pihak swasta. Dengan pola tersebut, stadion dapat dibangun dan dikelola secara profesional, sementara pemerintah daerah tetap memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaannya.

“Stadionnya jadi bagus, terpelihara, terjaga,” katanya.

Ecep juga membuka kemungkinan Persikotas mengambil peran lebih besar apabila pemerintah memberikan ruang untuk pengelolaan melalui skema kerja sama.

0 Komentar