Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga disampaikan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM agar semakin mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat daya saing.
Dari sisi sektor jasa keuangan, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Arieck Priyatna menilai kegiatan tersebut turut berperan dalam memperkuat literasi keuangan pelaku UMKM. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta pengambilan keputusan keuangan dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Direktur SDM dan Hukum IFG Rizal Ariansyah mengatakan budaya memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif karena dapat menjadi sumber inspirasi yang melahirkan karya sekaligus peluang usaha.
Baca Juga:KPU-Bawaslu Akui Tak Verifikasi Langsung Syarat Pendidikan Gibran saat Nyalon WapresMoratorium CDPOB Kian Tak Jelas, Regulasi dari Kemendagri Belum Ada
“Budaya bukan hanya warisan yang perlu kita jaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat melahirkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi. Karena itu, melalui Ruang Resonansi, IFG ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, dukungan kepada UMKM dan pelaku ekonomi kreatif tidak berhenti pada pembiayaan, tetapi juga membutuhkan penguatan ekosistem agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antar-entitas dalam ekosistem IFG,” ujarnya.
Senada, Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan budaya dan UMKM memiliki hubungan erat. Kekayaan budaya Indonesia, kata dia, banyak yang tetap hidup melalui aktivitas UMKM, mulai dari kerajinan, kuliner, seni, musik hingga produk kreatif lokal.
“Budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM seharusnya berjalan bersama,” ujar Abdul Bari.
Jamkrindo, lanjut Abdul Bari, mengambil peran melalui bisnis penjaminan dengan membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya.
