”Persiapannya sangat mepet. Mereka latihan empat hari saja di Studio Yadi. Gitar dan efek juga kami bawa sendiri. Tapi semoga bisa tampil optimal,” tuturnya.
Ganjar mengakui, tampil di panggung nasional merupakan pengalaman pertama bagi para personel Cator Slow Band. Karena itu, pihaknya terus mengingatkan para personel agar tidak gugup dan tetap percaya diri saat tampil.
Target utama, lanjut dia, bukan sekadar mengejar juara, melainkan memberikan penampilan terbaik dan menikmati setiap proses kompetisi.
Baca Juga:Digitalisasi Parkir Tepi Jalan di Kota Tasikmalaya Terhambat Sinyal dan Jukir LiarTim Penataan Dadaha Tasikmalaya Berjalan Tanpa Pimpinan
”Saingannya se-Indonesia. Untuk kategori pelajar, juara pertama Rp30 juta, kedua Rp20 juta, ketiga Rp15 juta, dan ada juga juara harapan. Kami main enjoy saja, tidak ada beban harus juara. Kalau bisa juara, tentunya itu bonus,” ujarnya.
Cator Slow Band saat ini digawangi Reina sebagai vokalis, Fauzi pada gitar, Rama sebagai bassist dan Alif pada drum. Keempatnya merupakan pelajar SMP dan SMA di Kota Tasikmalaya.
Ganjar pun berharap dukungan dan doa dari masyarakat Kota Tasikmalaya agar Cator Slow Band mampu menunjukkan penampilan terbaik sekaligus membawa nama daerah di panggung nasional.(Firgiawan)
