Karena itu, klub-klub dengan jumlah penggemar lebih sedikit seharusnya tidak hanya bergantung pada klub besar.
“Kita harus memahami satu hal. Sama seperti ketika saya membuat sebuah karya audiovisual dan kemudian memasarkannya sendiri, klub yang memiliki lebih sedikit penggemar dibanding tim-tim yang paling banyak menarik perhatian juga harus ikut berkontribusi,” ujarnya.
De Laurentiis menyebut Juventus, Milan, Inter, Napoli, dan Roma sebagai klub yang menjadi penggerak sepak bola Italia.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Juventus Tak Mampu Bersaing dengan AS Roma dan Inter MilanPelatih Irlandia Tabuh Genderang Perang Jelang Hadapi Israel
“Klub-klub tersebut adalah motor sepak bola Italia. Karena itu, mereka seharusnya ikut mengambil tanggung jawab dalam komersialisasi sepak bola,” katanya.
Pernyataan De Laurentiis kembali memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai bagaimana klub sepak bola seharusnya dikelola di era masuknya modal investasi.
Di satu sisi, investasi menghadirkan sumber daya finansial baru. Di sisi lain, De Laurentiis menekankan pentingnya keterlibatan langsung pemilik dalam membangun produk sepak bola dan mengembangkan nilai komersial klub.
