Batik Jalatrang Ciamis Jaga Warisan Budaya Tatar Galuh

Batuk jalatrang
Ketua Rumah Batik Jalatrang Creative Elsa Nuari Hardiana (kiri) menunjukkan produksi batiknya dalam Festival Literasi di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis, Selasa (22/9/2026). (Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

Elsa mengatakan, kerja sama tersebut bermula dari keterlibatan Desa Wisata Edukasi Kampung Bungur Jalatrang dalam kegiatan capacity building Desa Wisata Priangan Timur, termasuk studi tiru ke Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta.

“Kita sudah memproduksi batik dan membuka kelas batik, peternakan, pertanian, memiliki perpustakaan desa dan dibentuk ada paketnya wisata edukasi dengan berkolaborasi bersama Bank Indonesia. Kantor Perwakilan Bank Indonesia pun menawarkan apa yang dibutuhkan Desa Wisata Jalatrang, ternya bisa memfasilitasi untuk perlengkapan produksi batik dan kelas batiknya,“ katanya.

Dukungan tersebut kemudian membuka akses promosi yang lebih luas. Pada 2025, Batik Jalatrang digunakan sebagai seragam kepengurusan Dekranasda Kabupaten Ciamis.

Baca Juga:Bangun Sinergi dengan KPAID, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Formulasi Tangani Bullying di MadrasahPotensi Zakat Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Tembus Rp 4,5 Miliar, Ini Kata BAZNAS

“Dari situ lah tahun 2025, batik Jalatrang menjadi seragam kepengurusan DEKRANASDA Kabupaten Ciamis, di dalam pengurus tersebut ada perwakilan dari Bank Indonesia juga,“ ujarnya.

KPwBI Tasikmalaya juga mengikutsertakan Rumah Batik Jalatrang Creative dalam sejumlah kegiatan pameran. Produk Batik Jalatrang antara lain tampil dalam Jayantara Priangan Timur 2025 dan Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah Priangan Timur (JAZIRAH) kolaborasi Ciamis Creative Expo (CCE) 2026.

Dari sisi produksi, Rumah Batik Jalatrang Creative saat ini mampu menghasilkan sekitar 40 picis batik per bulan. Produk tersebut menggunakan kain katun primisima berukuran 2 x 1,15 meter.

Harga batik cap berkisar Rp100.000 hingga Rp185.000 per picis. Sementara batik tulis dibanderol sesuai jenis pewarnaan, gambar, dan tingkat kerumitan. Untuk pesanan tertentu, harganya mencapai sekitar Rp350.000 per picis.

“Penjualan pun saat ini per bulan mulai 10-20 picis. Sedangkan batik Jalatrang laku banyak terjual ketika ada pesanan atau saat gelar produk batik,“ katanya.

Rumah Batik Jalatrang Creative juga telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk motif kembang bungur dan kareo. Sementara motif gagah jurit dan onom Galuh masih dalam proses pengajuan HaKI.

Pengembangan Rumah Batik Jalatrang Creative sejalan dengan visi Desa Jalatrang, yakni Bersinergi Menuju Desa Jalatrang Creative, Energik, Religius, Damai, Adil, Sejahtera (CERDAS). Selain menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif desa, keberadaan rumah batik diharapkan menjaga keberlanjutan batik sebagai warisan budaya di Tatar Galuh Ciamis.

0 Komentar